Penampakan Ajag, Anjing Hutan Langka Khas Indonesia, Jadi Predator, Pengisap Darah Hewan Ternak
Warga Desa Ciangir dan Desa Cipondok, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat diresahkan dengan kehadiran sekelompok anjing hutan atau ajag yang memangsa terna
TRIBUN-MEDAN.com - Penampakan Ajag, anjing hutan yang lagi heboh jadi predator hewan ternak warga, termasuk kambing dan sapi.
Ajag, anjing hutan yang dikenal dengan nama ilmiah Cuon Alpinus diduga menjadi penyebab puluhan ekor kambing dan hewan ternak lain mati.
Ajag atau anjing hutan yang sudah langka itu baru-baru ini menjadi teror bagi ternak warga.
Ajag diduga menjadi sebab matinya sekitar 55 ekor kambing dan satu ekor anak sapi di Kuningan, Jawa Barat.
Berdasarkan data, awalnya pemilik hewan ternak di Desa Cipondoh heran binatang peliharaannya mati misterius kehabisan darah.
"Warga kami yang kehilangan tabungan atau ternak kambing itu, ada milik Bapak Warmad, Pak Sarka, Pak Sahudi, Pak Warsona, Pak Rukanta," kata Kepala Desa Cipondok, Rudiyanto saat memberikan keterangan kepada wartawan, Sabtu (19/12/2020).
Ajag, Anjing Hutan Langka di hutan Jawa Barat (http://www.dishut.jabarprov.go.id/)
Total ternak kambing mati milik warga Desa Cipondok ada sebanyak 25 ekor.
Warga Desa Ciangir dan Desa Cipondok, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat diresahkan dengan kehadiran sekelompok anjing hutan atau ajag yang memangsa ternak mereka.
Puluhan ekor kambing mati, bahkan satu ekor anak sapi pun tak luput dari serangan binatang pemburu tersebut.
Terbaru, 15 kambing di Desa Ciangir dan Desa Cipondok diduga diserang Ajag, Minggu (20/12/2020) dini hari.
"15 ekor kambing mati diketahui sekitar pukul 02.00 WIB, dini hari tadi," kata Plt Camat Cibingbin, Imas Minardih kepada wartawan, Minggu (20/12/2020).
Dalam kejadian Minggu dini hari, kata Imas, tampak Ajag berkoloni menyerang hewan ternak milik warga.
"Iya sebelumnya, ada warga melihat jelas ajag itu berwarna kuning kecoklatan dan mayoritas ajag lainnya berwarna hitam," kata Imas.
Menyinggung soal kejadian luar biasa di Kecamatan Cibingbin, kata Imas, hal sudah menjadi perhatian warga sekitar.
"Barusan kami laporkan sekaligus kordinasi ke BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah), bahwa menghadapi hewan buas itu harus menerjunkan Perbakin," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/screen-shot-twitter-penampakan-ajag-anjing-hutan-langka-di-hutan-jawa-barat.jpg)