Liburan Akhir Tahun di Sumut
Libur Natal dan Tahun Baru, Satgas Covid-19 Karo Lakukan Rapid Tes Acak Bagi Wisatawan
Langkah memperketat pengawasan dilakukan dengan melakukan pengecekan kesehatan melalui rapid tes secara acak
Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN-MEDAN.com, KABANJAHE - Satuan Tugas (Satgas) penanganan virus corona (Covid-19) Kabupaten Karo, memperketat pengawasan di masa libur panjang Natal 2020 dan menyambut tahun baru 2021 mendatang.
Langkah ini dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Kabupaten Karo, terlebih di objek wisata yang selalu diburu oleh wisatawan dari berbagai daerah.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karo Drg Irna Safrina Meliala M.Kes mengungkapkan, langkah memperketat pengawasan dilakukan dengan melakukan pengecekan kesehatan melalui rapid tes secara acak.
Dirinya menyebutkan, program rapid tes acak ini telah dilakukan sebanyak dua kali, mulai dari pengendara yang masuk ke Kabupaten Karo, hingga bagi wisatawan yang akan masuk ke lokasi objek wisata.
"Rapid tes acak ini kita lakukan sebagai langkah antisipasi, apalagi Kabupaten Karo merupakan tujuan wisata. Kita sudah lakukan dua kali, pertama itu di jalur masuk ke Karo saat tanggal 24 kemarin, dan di pintu masuk Gundaling itu tanggal 26 kemarin," ujar Irna, Minggu (27/12/2020).
Irna mengungkapkan, nantinya pihaknya juga akan kembali melakukan langkah serupa untuk menyambut libur akhir tahun.
Dirinya mengatakan, nantinya pihaknya akan mulai melakukan pencetakan pada tanggal 30 hingga 31 Desember mendatang.
Dirinya menyebutkan, untuk program rapid tes acak ini pihaknya sudah bekerjasama baik dengan pihak Polres Tanah Karo, maupun dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karo.
Saat ditanya mengenai siapa saja yang menjadi sasaran rapid tes acak ini, katanya, pihaknya melihat beberapa ciri dan kriteria bagi masyarakat yang dilakukan pengetesan.
"Ya kita lihat, bagi yang tidak menggunakan masker itu langsung kita arahkan rapid. Kemudian, bagi wisatawan yang menumpang mobil dengan kapasitas yang banyak, itu juga kita cek," ungkapnya.
Lebih lanjut, dirinya mengatakan pihaknya juga telah menyurati seluruh pengurus hotel dan wisata di Kabupaten Karo untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
Selain meminta untuk menyediakan fasilitas cuci tangan dan lainnya, khusus untuk hotel pihaknya juga meminta agar setiap wisatawan yang akan menginap untuk diperiksa secara ketat.
"Kita juga sudah menyurati hotel, supaya wisatawan yang akan menginap diperiksa ketat. Bahkan, kita juga menyarankan agar setiap penghuni hotel kalau bisa membawa hasil rapid tesnya. Nanti kita juga berencana untuk melakukan rapid tes secara acak ke hotel-hotel," ungkapnya.
Saat ditanya mengenai hasil rapid tes acak yang telah dilakukan, Irna menjelaskan jika dari puluhan orang yang telah diambil sampel darahnya,
semuanya dinyatakan non reaktif.
Disinggung jika nantinya ada wisatawan yang reaktif, dirinya mengatakan pihaknya menyarankan kepada orang tersebut untuk kembali ke daerah asalnya.
"Kalau dia tidak menginap, kita arahkan untuk langsung kembali untuk isolasi. Sementara kalau dia menginap, kita sarankan agar tidurnya terpisah dengan keluarganya yang lain," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karo Munarta Ginting mengungkapkan pihaknya sangat mendukung dengan adanya program rapid tes bagi wisatawan ini.
Dirinya mengatakan, wisata memang merupakan andalan dari Kabupaten Karo, namun dikarenakan masa pandemi ini kesehatan tetap harus diutamakan.
"Kalau dari kita tentunya sangat mendukung, ini merupakan hal yang baik untuk mencegah penyebaran virus Corona di Kabupaten Karo terlebih saat masa liburan," ucapnya.
Munarta menjelaskan, pihaknya juga telah meminta kepada semua pengurus dan pengelola objek wisata untuk selalu menerapkan protokol kesehatan bagi semua wisatawan.
Terlebih, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi juga telah mengeluarkan surat edaran yang meminta semua orang dari luar provinsi yang akan masuk untuk dapat menunjukkan hasil rapid tes antigen.
"Tentunya kita tetap mengikuti arahan yang ada, gubernur juga telah mengeluarkan surat edaran. Jadi bagi wisatawan dari luar provinsi, harus menyertakan hasil rapid tes antigen, dan nanti ini diperiksa lagi saat masuk ke Kabupaten Karo," katanya.(cr4/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/periksa-rapid-karo.jpg)