Gara-gara Ramalan, Suami Paksa Istri Bercinta 7 Kali Sehari Sampai Keguguran, Langsung Digugat Cerai
Hanya gara-gara prediksi peramal, seorang suami memaksa istrinya bercinta 7 kali sehari, sampai membuatnya keguguran.
TRIBUN-MEDAN.com - Hanya gara-gara prediksi peramal, seorang suami memaksa istrinya bercinta 7 kali sehari, sampai membuatnya keguguran
Melansir Eva.vn, pada akhir November 2020 lalu, publik dihebohkan dengan gugatan seorang istri pada suaminya.
Si istri bernama Basirat Adeyoye, yang berasal dari Ibadan, Nigeria.
Basirat menuntut sang suami yang bernama Adeniyi Adeyoye.
Di pengadilan, Basirat mengatakan dia telah dipaksa bercinta berkali-kali sehari oleh suaminya.
Padahal, saat itu Basirat tengah mengandung 3 bulan.
Karena bercinta berkali-kali, wanita itu mengalami pendarahan dan akhirnya mengalami keguguran.
Baca juga: SINOPSI Ikatan Cinta Terbaru, Sinetron Paling Laris Ditonton, Tubuh Andin dan Aldebaran Begitu Dekat
Basirat kemudian mengetahui tindakan suaminya itu lantaran ucapan seorang peramal tentang putri mereka.
Putri Basirat dan Adeniyi yang berusia 11 tahun sering sakit-sakitan.
Karenanya Adeniyi pergi ke peramal agar putrinya bisa sembuh.
Peramal itu lalu menyarankan Adeniyi untuk bercinta dengan sang istri 7 kali sehari.
Tapi disamping itu, Basirat percaya jika sang suami ikut melakukan ritual untuk mendatangkan uang.
Basirat pun mengajukan gugatan cerai juga menuntut sang suami, setelah mengetahui niat aslinya.
Basirat juga mengatakan jika suaminya sering melakukan tindak kekerasan dan tak mau bekerja.
Dalam pengadilan, Adeniyi menolak semua gugatan istrinya. Dia bahkan mengatakan sang istri sering pulang terlambat, tidak memasak, dan tak mau merawat anak-anak mereka.
Baca juga: Pengantin Perempuan Ngamuk Lalu Tampar Tamu Undangan, Tak Terima Kepalanya Dipegang dan Didorong
Ia juga mengatakan jika Basirat sering ke rumah orangtuanya, membuatnya harus berkali-kali menjemputnya dari rumah mertua.
"Aku lelah harus ke rumah mertua untuk menjemputnya. Aku mencintainya dan anak kami, tapi aku juga tidak menerima tindakannya yang tidak bertanggungjawab," kata Adeniyi.
Ibu Basirat ikut memberikan pembelaan dan mengatakan Adeniyi kerap berbuat kasar pada putrinya.
Akhirnya, pengadilan menyetujui perceraian keduanya dan Adeniyi harus memberikan kompensasi pada Basirat juga membiayai anak-anaknya. (sal/tribun-medan.com)