News Video

Seekor Harimau Sumatera Tertangkap Kamera Trip BBKSDA di Kabupaten Langkat

Pantauan Tribun Medan dalam video yang berhasil dihimpun, satu ekor harimau terlihat tengah memakan seekor lembu.

Seekor Harimau Sumatera Tertangkap Kamera Trip BBKSDA di Kabupaten Langkat

TRIBUN-MEDAN.com, LANGKAT-Pascadua ekor hewan ternak (lembu) milik warga di Desa Laudama, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat ditemukan tewas dengan luka di bagian leher, beberapa waktu lalu.

Beranjak dari informasi tersebut, pihak BBKSDA Sumut kemudian melakukan pemasangan kamera trip.

Pemasangan kamera tersebut di hutan kawasan Desa Laudama, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat.

Alhasil, terlihat satu ekor Harimau Sumatera, tengah memangsa satu ekor lembu.

Belum diketahui pasti usia dan jenis kelamin Harimau Sumatera yang tertangkap kamera.

Pantauan Tribun Medan dalam video yang berhasil dihimpun, satu ekor harimau terlihat tengah memakan seekor lembu.

Harimau Sumatera tersebut kemudian memerhatikan sekitarnya, sebelum membawanya masuk ke dalam hutan.

Kabid Wilayah I, Mustofa yang dihubungi Tribun Medan membenarkan bahwa seekor Harimau Sumatera tertangkap kamera.

"Memang benar satu ekor Harimau Sumatera berhasil tertangkap kamera yang telah di pasang di Laudama, Kecamatan Bahorok. Pemasangan kamera tersebut berdasarkan informasi dua ekor lembu milik warga yang ditemukan tewas," ujarnya, Senin (28/12/2020).

Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat yang pertama untuk merubah pola cara beternak agar tidak melepas liar.

"Ini kan sangat beresiko, apalagi itu berbatasan dengan kawasan hutan. Jadi tidak menutup kemungkinan kalau Harimau Sumatera itu turun," ungkapnya.

Masih dikatakan Mustafa, mengimbau, kalau masyarakat yang berkebun untuk tidak terlalu pagi dan terlalu sore.

"Kalau mau ke.ladang, sekitar pukul 08.00 WIB, jangan di bawah itu. Begitu juga kalau pulang sekitar pukul 16.00 WIB, dan jangan lewat dari jam tersebut. Berdasarkan keterangan para ahli, maka di atas atau di bawah jam tersebut merupakan aktivitas Harimau," bebernya.

Lanjutnya, seandainya warga menggembala lembu atau ternak lainnya, agar membawa kembali ke Desa.

"Kita bekerja sama untuk melakukan kajian terhadap kejadian ini. Dan nantinya akan dibuat satuan tugas.
Penanganan tetap lebih ke masyarakat. Karena harimau tersebut memang dekat dengan habitatnya. Kalau kegiatan masyarakat sudah sesuai dengan arahan, maka akan kita kaji kembali," pungkasnya.

(mft/tribun-medan.com/tribunmedan.id)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved