Breaking News:

Super App Gojek Bantu UMKM Pulih dan Tumbuh saat Pandemi

Sebagai respon dari perubahan perilaku masyarakat selama pandemi, pelaku UMKM didorong untuk terus berinovasi agar tetap tumbuh.

Penulis: Septrina Ayu Simanjorang | Editor: Ismail
TRIBUN MEDAN/SEPTRINA AYU
Head of Regional Corporate Affairs Gojek Wilayah Sumbagut, Dian Lumban Toruan bersama pemilik Taichan X Angkringan Hawari dan Pemilik Restoran Paripurna Nadhira Umaiya dalam seri terakhir Bincang Bisnis UMKM yang digelar dari studio Tribun Medan, Selasa (29/12/2020). 

TRIBUNMEDAN.ID, MEDAN - Sebagai respon dari perubahan perilaku masyarakat selama pandemi, pelaku UMKM didorong untuk terus berinovasi agar tetap tumbuh. Salah satu inovasi yang dilakukan adalah dengan digitalisasi.

Hal ini diungkapkan Head of Regional Corporate Affairs Gojek Wilayah Sumbagut, Dian Lumban Toruan dalam seri terakhir Bincang Bisnis UMKM yang digelar dari studio Tribun Medan, Selasa (29/12/2020). Kali ini UMKM yang dihadirkan ada dua yakni UMKM yang sudah memulai usahanya sebelum pandemi dan UMKM yang memulai usahanya saat pandemi.

Dian mengatakan setiap tahun Gojek menjadi objek dari riset dari Lembaga Demografi Universitas Indonesia (LDUI). Khusus tahun ini, LDUI juga meneliti dampak bagi pelaku UMKM yang bergabung bersama ekosistem Gojek pada masa pandemi ini. Dari riset tersebut ditemukan bahwa situasi pandemi mendorong perubahan perilaku konsumen dan percepatan proses digitalisasi oleh konsumen di Indonesia.

"Perubahan ini terjadi karena memang saat awal pandemi ini kita terbatas melakukan aktivitas di luar rumah dan diimbau agar tidak terlalu banyak beraktivitas di luar rumah. Sehingga memang proses digitalisasi semakin banyak diadaptasi oleh UMKM," kata Dian

Ia mengatakan riset ini dilakukan diberbagai kota di Indonesia termasuk Kota Medan. Berdasarkan riset tersebut ditemukan bahwa masyarakat jadi mengandalkan aplikasi digital untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari semenjak pandemi.

Hasil riset di Kota Medan menunjukkan bahwa mayoritas mitra UMKM baru melakukan pemasaran secara online dan menerima pembayaran non tunai saat bergabung di GoFood. Dian memaparkan pada riset tersebut ditemukan bahwa sekitar 40 persen UMKM Kota Medan yang disurvei baru bergabung ke GoFood saat pandemi atau Maret 2020.

"Jadi justru saat pandemi mereka bergabung di GoFood dan pertama kali go online. Mungkin pelaku UMKM juga sudah merasa saat pandemi yang datang langsung ke outlet semakin sedikit. Salah satu alternatifnya untuk terus tumbuh adalah berjualan secara online di platform GoFood," katanya.

Dari 40 persen UMKM di Kota Medan tersebut sebanyak 94 persen diantaranya merupakan UMKM berskala mikro dan 43 persen adalah bisnis pemula.

"Artinya hampir setengahnya baru pertama kali membuat usaha di masa pandemi. Ini menjadi sesuatu yang membesarkan hati karena pada kondisi yang sangat menantang ini, secara ekonomi masyarakat sangat terdampak namun di sisi lain, tetap menginspirasi orang untuk membuat usaha," katanya.

"Dari riset tersebut pula didapatkan bahwa menjadi merchant GoFood membuat 92 persen UMKM di Kota Medan merasa lebih cepat beradaptasi di masa pandemi sehingga bisa terus bertahan. Selain itu 90 persen UMKM GoFood optimis bisa pulih dan tumbuh ke depannya dengan menjadi mitra GoFood," lanjut Dian.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved