Breaking News

Diserbu Penumpangnya Karena Delay 7 Jam, Begini Penjelasan Maskapai Lion Air

Diantaranya ada Raja, penumpang asal Medan yang akan melakukan perjalanan bisnis ke Jakarta selama dua hari.

HO / Tribun Medan
Puluhan penumpang serbu maskapai Lion Air terkait delay selama 7 jam untuk penerbangan Medan menuju Jakarta di Bandara Kualanamu, Senin (4/1/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com - Pesawat Lion Air penerbangan JT-383 rute Kualanamu-Soekarno Hatta mengalami delay di Bandara Kualanamu, Senin (4/1/2021).

Tidak tanggung, delay pesawat terjadi hingga memakan waktu 7 jam yang membuat penumpang pesawat resah.

Amatan Tribun Medan dari video yang sudah viral di media sosial, tampak lebih puluhan warga menyerbu pihak maskapai Lion Air untuk meminta penjelasan.

Diantaranya ada Raja, penumpang asal Medan yang akan melakukan perjalanan bisnis ke Jakarta selama dua hari.

Raja mengungkapkan keresahannya yang seharusnya keberangkatan Raja pukul 16.30 dan hingga saat ini dirinya masih berada di bandara.

"Keberangkatan saya seharusnya pukul 16.30 WIB awal dan sampai saat ini belum terbang. Ini saya ada kerjaan selama dua hari di Jakarta. Kalau ini sudah keterlaluan karena delay sampai 7 jam lebih," ungkap Raja kepada Tribun Medan.

Lanjutnya, Raja sendiri menyayangkan kejadian ini. Akibat dari delay berjam-jam ini, Raja terpaksa untuk mengundurkan pertemuan bersama kliennya.

"Tentunya ini sangat merugikan ya. Waktu saya untuk ketemu orang disana jadi terhalang. Tapi syukurnya dari pihak Lion sudah memberikan kompensasi sebesar Rp 300 ribu," ujarnya.

Tambahnya, Raja juga berharap agar kejadian seperti ini dapat diminimalisir untuk menghindari kekecewaan penumpang.

Puluhan penumpang serbu maskapai Lion Air terkait delay selama 7 jam untuk penerbangan Medan menuju Jakarta di Bandara Kualanamu, Senin (4/1/2021).
Puluhan penumpang serbu maskapai Lion Air terkait delay selama 7 jam untuk penerbangan Medan menuju Jakarta di Bandara Kualanamu, Senin (4/1/2021). (HO / Tribun Medan)

"Harapannya jangan begini lagi lah. Banyak yang kecewa, semoga bisa lebih baik kedepannya," pungkas Raja.

Saat dikonfirmasi kepada Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro mengungkapkan bahwa delay ini terjadi akibat kendala teknis lantaran adanya pergerakan pesawat rute rute Banda Aceh - Kualanamu Medan.

"Di Banda Aceh, pilot memutuskan untuk kembali ke pelataran parkir pesawat (return to apron/ RTA) dikarenakan ada indikator pada pesawat yang membutuhkan pengecekan lebih lanjut. Hal tersebut, sesuai standar operasional prosedur dan aspek keselamatan penerbangan," ungkap Danang kepada Tribun Medan, Senin (4/1/2021).

Lanjutnya, Danang juga menuturkan bahwa sebelumnya pesawat sudah menjalani pemeriksaan sebelum keberangkatan (pre-flight check) dan dinyatakan layak (airworthy for flight).

"Lion Air telah menginformasikan atas hal tersebut dan menyampaikan perkembangan sesuai situasi terkini. Lion Air melakukan penanganan kepada penumpang sesuai kompensasi keterlambatan (delay management) menurut ketentuan," jelasnya.

Terkait hal ini, Danang mewakili Lion Air menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan penumpang dan memberikan kompensasi sebesar Rp 300 ribu per penumpang.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved