Sekum PSMS Bilang Karir Pemain Bisa Hancur Karena Masalah Ini
PSMS Medan mendesak PSSI untuk mengambil keputusan tegas terkait pelaksanaan liga tahun ini
TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN-Manajemen PSMS Medan meminta PSSI tegas dalam mengambil keputusan terkait pelaksanaan kompetisi tahun 2021.
Sehingga, manajemen klub sepak bola bisa mengatur strategi dalam membina para pemain, termasuk mengatur gaji dan biaya operasional yang akan keluar kedepannya.
“Kalau bisa PSSI konsekuen dengan yang sudah diputuskan.
Sekarang melihat kondisi ada tiga hal, pertama kondisi mengenai Covid-19 karena statusnya masih meningkat.
Kedua belum ada maklumat Kapolri soal izin dikeluarkan, sehingga tertunda.
Dan ketiga tertundanya piala dunia 2021 menjadi 2023," kata Manajer PSMS Medan Mulyadi Simatupang, Senin (4/1/2020).
Baca juga: Libur Tahun Baru, PSMS Medan Liburkan Pemain sampai Tanggal 10 Januari
Dia mengatakan, PSSI harus cepat mengambil keputusan, apakah tetap melanjutkan kompetisi 2020, atau malah melanjutkannya.
Keputusan ini, kata Mulyadi, harus ada ketika kongres PSSI diadakan bulan Februari nanti.
Dia tidak ingin PSSI mengambil sikap yang ambigu, sehingga membuat bingung klub sepak bola.
“Di situ nanti diputuskan model kompetisinya mau seperti apa (jika jadi dilaksanakan).
Kemudian, lihat juga kalendernya,” kata Mulyadi.
Jikalau kompetisi tetap dilaksanakan pada Ramadan nanti, maka itu bisa saja dilakukan.
Sebagaimana pengalaman sebelumnya, kompetisi berjalan selepas salat isya.
Baca juga: Skuat PSMS Dibubarkan Sementara Waktu, Ini Rencana Striker Ferdinand Sinaga
“Dulu pernah main saat bulan puasa habis salat isya, karena mengejar waktu," kata Mulyadi.
Senada disampaikan Sekretaris Umum PSMS Medan Julius Raja.
Pria yang akrab disapa King ini mengatakan, PSSI harus mengambil keputusan kapan kompetisi dijalankan.
Jika kongres yang akan datang berakir pada bulan Februari, maka Maret nanti klub sudah bisa melakukan persiapan.
“Itupun harus disusun supaya jangan lama-lama. Karena kalau lama, nasib pemain juga kasihan," kata King.
Baca juga: Tak Ada Kejelasan Liga hingga Skuat PSMS Harus Diliburkan, Ini Ungkapan Perasaan Mulyadi Simatupang
Dia mengatakan, selama kompetisi tidak jelas, karir pemain pun bisa saja hancur.
King mencontohkan, selama kompetisi tidak berjalan, mungkin ada pemain yang ikut pertandingan antar kampung atau yang lebih dikenal dengan istilah tarkam.
"Kalau pemain ini sekarang tidak digaji klub, dari mana sumber penghasilan dia.
Nanti dia main tarkam, cidera, kasihan, bisa terhenti karirnya,” kata King.
Maka dari itu, dia sangat berharap PSSI bisa mengambil keputusan yang tepat dan matang.
Jangan lagi menggantung-gantung keputusan.
Baca juga: Belum Pulkam ke Riau, Stoper PSMS Afiful Huda Lewati Pergantian Tahun di Medan
Karena keputusan yang tidak jelas dapat berdampak ke semua pihak, tidak hanya manajemen, tapi juga pemain dan juga sponsor yang sudah menggelontorkan dananya untuk klub.
“Yang gaji pemain ini kan klub. Ratusan juga kita sediakan untuk gajinya saja,” kata King.
Karena saat ini PSSI belum juga mengantongi izin dari Polri, otomatis hal itu menjadi pertimbangan yang utama, sembari melihat kondisi penyebaran pandemi Covid-19 di Indonesia.
Dia juga tidak ingin pandemi ini menular ke lingkungan sepak bola Tanah Air.
Kelimpungan Cari Sponsor
Manajemen PSMS mulai kelimpungan untuk mencari sponsor.
Karena ketidakjelasan jadwal kompetisi, banyak sponsor yang menolak memberikan dana talangan.
"Sekarang kami mau cari sponsor, siapa yang berani," kata Sekretaris Umum PSMS Medan Julius Raja.
Baca juga: Tetap Berbaju PSMS, Tekad Paulo Sitanggang Bawa Tim Ayam Kinantan ke Liga 1 Belum Pudar
Dia mengatakan, ketika manajemen datang menemui sponsor, otomatis pihak pendonor akan bertanya untuk apa biaya itu.
Sebab, sampai saat ini pun pelaksanaan liga tidak jelas.
"Kompetisi kalian juga tidak jelas. Gitu kan ngomongnya," kata pria yang akrab disapa King.
Sementara itu, untuk sponsor yang lama, pihak manajemen sudah bersepakat. Sponsor tidak akan menggelontorkan dana lagi.
"Ya, sudah tidak apa-apa. Itu merupakan risiko yang memang harus kami hadapi.
Karena kompetisi kemarin kan tidak jadi, tentu dia akan marah kalau kita putuskan lagi. Jadi kita teruskan saja.
Mudah-mudahan liga kita, liga baru 2021. Jadi euforia sepakbola kita semakin bagus lagi.
Orang semakin datang untuk nonton di stadion," pungkasnya.(akb)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/28122020_latihan_psms_medan_danil_siregar-3.jpg)