Tiga Hari Erupsi, Pengamat Gunung Sinabung Catat Aktivitas Vulkanik Meningkat
Menurut catatan dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Sinabung, dari tiga hari terakhir erupsi ketinggian kolom abu mulai dari 700 meter-1000 meter.
Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN-MEDAN.com, SIMPANGEMPAT - Beberapa hari belakangan, Gunung Sinabung mengalami peningkatan aktivitas yang cukup signifikan.
Berdasarkan data yang didapat, terhitung sejak tiga hari terakhir Gunung Sinabung sudah mengalami enam kali erupsi.
Namun, dari enam kali erupsi ini memang terlihat ketinggian kolom abu yang terbawa dari dalam gunung masih terbilang tidak terlampau tinggi.
Menurut catatan dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Sinabung, dari tiga hari terakhir erupsi ketinggian kolom abu mulai dari 700 meter hingga 1000 meter dari puncak gunung.
Walaupun ketinggian kolom abu belum terlampau tinggi, namun ini harus menjadi perhatian penting.
Pasalnya, Gunung Sinabung yang saat ini berada di level tiga atau stasiun siaga masih berpotensi tinggi untuk kembali terjadi erupsi atau awan panas.
Melihat kondisi ini, Pengamat Gunung Sinabung Armen Putra menjelaskan jika memang pihaknya melihat saat ini aktivitas Gunung Sinabung masih terus fluktuatif.
Dirinya mengatakan, pihaknya juga masih terus mencatat adanya gempa-gempa guguran dan gempa lainnya dari dalam gunung.
"Memang kita lihat sekarang gugurannya sudah tidak terlalu tinggi, namun seperti yang kita lihat tiga hari ini gunung kembali erupsi. Ini menunjukkan jika aktivitas Sinabung masih tinggi dan terus fluktuatif," ujar Armen, saat ditemui di pos PGA Sinabung, Jalan Kiras Bangun, Simpangempat, Selasa (5/1/2021).
Saat dinyata apa penyebab Sinabung kembali erupsi dan cukup sering, Armen menjelaskan jika pihaknya melihat aktivitas dan pasokan gas dari dalam gunung masih cukup tinggi. Dirinya mengatakan, tekanan gas dari dalam gunung sedikit meningkat dari sebelumnya.
"Bisa jadi tekanan dari dalam gunung api sedikit meningkat, namun kita lihat tekanannya sampai saat ini memang tidak terlalu tinggi, dengan kolom abu paling tinggi sekitar 1000 meter," ungkapnya.
Armen menjelaskan, dengan kondisi yang ada saat ini tentunya potensi untuk erupsi masih terus ada tergantung besar atau kecilnya tekanan dari dalam gunung.
Dirinya mengatakan, pihaknya juga melihat kubah lava yang ada di puncak Gunung Sinabung terus membesar. Sehingga ini juga dapat berpotensi terjadinya guguran.
Berdasarkan data yang diperoleh, sejak awal tahun ini Sinabung tercatat mengalami erupsi pada Minggu (3/1/2021) kemarin. Saat itu, Sinabung mengalami erupsi sebanyak dua kali dengan jarak maksimum abu vulkanik setinggi 1000 meter dari puncak gunung.
Kemudian, di hari kedua tepatnya Senin (4/1/2021) kemarin, Sinabung terdata mengalami erupsi sebanyak tiga kali. Dari ketiga kali erupsi ini, Sinabung tercatat mengeluarkan abu vulkanik dengan jarak luncur mulai dari 700 meter hingga 1000 meter dari puncak gunung.
Terbaru, pada Selasa (5/1/2021) Sinabung kembali mengalami erupsi. Berdasar data dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Sinabung, erupsi yang terjadi sekira pukul 08.25 WIB ini, membawa material berupa abu vulkanik setinggi kurang lebih 800 meter dari atas puncak gunung. (cr4/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/sinabung-lava.jpg)