Breaking News:

Walid Dalimunthe: Direktur Muda di Pertambangan Pasir

Tepat dua tahun kembali ke Sumatera Utara, Walid Ananti Dalimunthe telah memutuskan untuk fokus menjalani karir di sektor pertambangan

Tribun Medan/HO
Dok: Walid Dalimunthe 

Tribun-Medan.com, Medan - Tepat dua tahun kembali ke Sumatera Utara, Walid Ananti Dalimunthe telah memutuskan untuk fokus menjalani karir di sektor pertambangan, khususnya pasir bersama PT. TRI SAKTI CEMERLANG (06/01/2021).

Tak bisa dipungkiri bahwa pandemi COVID-19 sangat berpengaruh terhadap keberlanjutan bisnis saat ini. Begitu juga dengan perjalanan karir yang dibangun oleh pemuda lulusan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada Yogyakarta ini.

Sebelumnya, ia mendirikan badan usaha bidang konsultansi kepariwisataan. Namun, tahun 2020 ini, dengan meluasnya wabah yang menurunkan gairah industri pariwisata, ia harus memutar haluan.

Walid kembali ke Sumatera Utara pada tahun 2019 dan sejak itu aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan menjadi tim ahli pada Sustainable Tourism Observatory (Observatori Pariwisata Berkelanjutan) Danau Toba dan fasilitator program pendidikan bagi pencari suaka di Medan bersama organisasinya yang bekerja sama dengan International Organization for Migration (IOM).

“PT Tri Sakti Cemerlang merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan pasir. Saat ini, wilayah produksi berada di Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara.

Namun, dengan meningkatnya pembangunan infrastruktur secara nasional, perluasan lokasi tengah dirancang. Keberlanjutan, kebermanfaatan, dan kolaborasi merupakan tiga nilai yang dipegang teguh dalam pengembangan perusahaan”, sebut direktur muda yang pernah mengemban pendidikan magister di Universitas Thammasat Thailand ini.

Sebelum diangkat menjadi direktur PT TRI SAKTI CEMERLANG, Walid merupakan tim ahli (konsultan perizinan) pada perusahaan tersebut.

“Mungkin dewan komisaris melihat performance dan strategi bisnis yang saya rencanakan sehingga mengangkat saya sebagai direktur disini”, ungkap pemuda yang menguasai lima bahasa ini saat ditemui di kantor utama perusahaan di Kompleks Citra Land Gama City Medan.

Ia berharap perusahaan ini mampu mewujudkan visinya menjadi perusahaan pertambangan penyelamat lingkungan yang menjunjung tinggi konsep sustainability yang memerhatikan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi.

“Kami bergerak bukan semata-mata berorientasi pada profit namun lebih kepada keprihatinan kami akan buruknya dampak sedimentasi yang terjadi di sepanjang Sungai Asahan. Jadi, konsep bisnis yang dijunjung adalah mindfulness- based business dengan pendekatan deep ecology”, tambahnya.

Editor: Ismail
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved