Breaking News:

Update Covid19 Sumut 10 Januari 2021

Di Masa Covid-19, Asimilasi Bagi WBP Terus Berlanjut Kecuali Kasus Pembunuhan dan Asusila Anak

Program asimilasi bagi Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA terus berlanjut.

TRIBUN MEDAN / HO
Petugas Lapas Kelas II A Binjai melakukan sosialisasi Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 32 Tahun 2020 tentang pemberian asimilasi, pembebasan bersyarat, cuti menjelang bebas serta cuti bersyarat. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI - Program asimilasi bagi Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA terus berlanjut.

Kebijakan ini dalam rangka pencegahan dan penanggulangan penyebaran Covid-19 yang belum tahu kapan akan berujung kata berakhir.

"Selama pandemi Covid-19 belum berakhir program asimilasi tetap berjalan. Kami merujuk peraturan Kemenkumham," kata Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Binjai, Maju Amintas Siburian, Minggu (10/1/2021).

Maju menerangkan, dirinya langsung bertatap muka bersama warganya di Auka Lapas melakukan sosialisasi Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 32 Tahun 2020. Yakni tentang syarat dan tata cara pemberian asimilasi, pembebasan bersyarat, cuti menjelang bebas serta cuti bersyarat.

Program asimilasi diberikan kepada wargabinaan yang telah memenuhi syarat. Yakni, telah menjalani 2/3 masa pidananya yang jatuh sebelum 30 Juni 2021 dan setengah masa pidana bagi anak, serta pidana yang dijalani tidak termasuk dalam Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2012.

Untuk WBP kasus tindak pidana pembunuhan diberlakukan kebijakan berbeda. WBP pidana pembunuhan Pasal 338 dan 340 tidak termasuk yang masuk dalam syarat program asimilasi Kemenkumham.

Yang tidak termasuk lainnya, Warga Binaan Pemasyarakatan pelaku tindak pidana pencurian dengan kekerasan Pasal 365, lalu WBP tindak pidana kesusilaan Pasal 285 sampai 290 KUHP, pidana kesusilaan terhadap anak sebagai korban pasal 81 dan pasal 82 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

"Jajaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan telah memberikan program asimilasi kepada WBP Sesuai Permenkumham No 10/2020 dan Kepmenkumham No M.HH-19.PK.01.04.04/2020," jelasnya.

Ada pun WBP yang berhak mendapat asimilasi adalah mereka yang berkelakuan baik. Tidak pernah melakukan pelanggaran aturan selama masa menjalani masa hukuman di Lapas Binjai Klas IIA Binjai yang berada di Jalan Gatot Subroto.

Kalapas berharap adanya program asimilasi ini memotivasi WBP berlomba-lomba berkelakuan baik dan mematuhi aturan yang berlaku dalam pengawasan pihaknya, dan diberikan tanpa dipungut biaya.

(Dyk/tribun-medan.com)

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved