Breaking News

Daftar Perempuan Inggris yang Mengubah Wajah Dunia, Margaret Thatcher hingga Agatha Christie

Melalui gaya kepemimpinan dan kebijakannya yang tak tergoyahkan yang dikenal sebagai Thatcherisme, ia mengukuhkan posisinya sebagai salah satu tokoh p

kolase Intisari
Wanita Inggris yang mengubah dunia, termasuk Ratu Elizabeth I dan Margaret Thatcher.(kolase Intisari) 

Mencintai atau membencinya, wanita Besi adalah pelopor yang menjadi perdana menteri wanita pertama Inggris pada tahun 1979, serta PM terlama di abad ke-20, yakni 11 tahun berturut-turut.

TRIBUN-MEDAN.com - Tidak hanya pria, bahkan wanita pun bisa mengubah dunia menjadi lebih baik.

Berikut ini beberapa wanita Inggris sepanjang sejarah yang mempengaruhi kehidupan banyak orang dan membantuk membentuk dunia tempat ktia hidup saat ini.

Boudicca (Meninggal sekitar 60-61 M)

Dia adalah ratu pemberontak dari suku Celtic Iceni Inggris kuno, yang memimpin pasukan melawan Romawi pada 60/61 M., mengamankan tempatnya dalam buku-buku sejarah sebagai salah satu penguasa paling ikonik di Inggris.

Setelah menderita cambuk di depan umum dan menyaksikan pemerkosaan kedua putrinya, Boudicca mengumpulkan pasukan yang menghancurkan benteng Romawi di Colchester, London dan St Albans, menewaskan antara 70-80.000 orang dalam prosesnya.

Akhirnya, pemberontakan Boudicca dipadamkan dan dia rupanya meracuni dirinya sendiri, bersama dengan kedua putrinya.

Æthelflæd - Lady of the Mercians (sekitar 870 - 918 M)

Putri tertua Alfred the Great, raja kerajaan Anglo-Saxon Wessex, Æthelflæd membantu memimpin perang melawan Viking dan meletakkan dasar bagi Inggris.

Setelah suaminya meninggal, Æthelflæd mengambil alih pemerintahan kerajaan Mercia, menjadi Lady of the Mercians, sebuah pencapaian yang luar biasa mengingat masa-masa yang didominasi pria di mana dia tinggal.

Dia melakukan serangan terhadap Viking dan selama tahun-tahun mendatang memainkan peran penting dalam penaklukan Danelaw, kerajaan Viking di Inggris.

Anne Boleyn (c. 1501/07 - 1536)

Istri kedua Henry VIII adalah pemain kunci dalam reformasi Inggris,  serangkaian peristiwa yang membuat Gereja Inggris memisahkan diri dari Gereja Katolik Roma dan otoritas Paus.

Henry ingin membatalkan pernikahannya dengan Catherine dari Aragon agar dia bisa bebas menikahi Anne.

Ketika Paus Klemens VII menolak keinginan Henry, Henry memulai pemisahan Gereja Inggris dari Roma.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved