Pesawat Sriwijaya Jatuh

FAKTA PENTING SJ182, Pilot tak Laporkan Sinyal Bahaya (Mayday), Basarnas Terima 74 Kantong Jenazah

Kita kembali mendapatkan tambahan 29 kantong jenazah. Berarti kita sudah menemukan total sebanyak sampai hari ini 74 kantong jenazah korban SJ182.

Editor: Tariden Turnip
Tribunnews/Irwan Rismawan
FAKTA PENTING SJ182, Pilot tak Laporkan Sinyal Bahaya (Mayday), Basarnas Terima 74 Kantong Jenazah. Petugas membawa kantong jenazah berisi bagian tubuh korban pesawat Sriwijaya Air SJ182 rute Jakarta-Pontianak yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, di Dermaga JICT, Jakarta Utara, Senin (11/1/2021). 

TRIBUN-MEDAN.COM - FAKTA PENTING SJ182, Pilot tak Laporkan Sinyal Bahaya (Mayday), Basarnas Terima 74 Kantong Jenazah 

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkap fakta penting setelah mengantongi transkrip rekaman pembicaraan antara pilot Sriwijaya Air SJ182 rute Jakarta-Pontianak dan petugas pengatur lalu lintas udara (Air Traffic Controller/ATC).

Rekaman tersebut merupakan percakapan pilot sesaat sebelum pesawat dilaporkan hilang kontak dan jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1/2021).

"Kita kumpulkan rekaman berikut transkrip pembicaraan antara pilot dan pengatur lalu lintas udara," kata Ketua Sub-Komite Investigasi Kecelakaan Penerbangan Kapten Nurcahyo Utomo, Minggu (10/1/2021).

Sriwijaya Air SJ182 diterbangkan pilot senior Captain Afwan Zamzami dibantu Kopilot (First Officer) Diego Mamahit. 

KNKT juga sudah menerima beberapa komponen pesawat yang akan digunakan untuk investigasi penyebab jatuhnya Sriwijaya Air SJ182.

Komponen pesawat yang sudah diterima di antaranya GPS dan radio meter, alat peluncur darurat, dan bagian ekor pesawat.

Sementara itu, menurut Nurcahyo, KNKT tengah mengkaji data radar pergerakan pesawat Sriwijaya Air SJ182 sebelum dilaporkan hilang kontak.

"Tim juga sudah berhasil mendapatkan data mentah dari data radar pergerakan pesawat.

Ini nanti akan kita kaji lebih lanjut," ujar Nurcahyo.

Nurcahyo mengungkap fakta penting pembicaraan kru pesawat SJ182 sebelum jatuh menghantam permukaan air laut.  

"Ini seperti percakapan biasa dan tidak ada yang mencurigakan," katanya kepada AFP.

"Tidak ada pembicaraan tentang keadaan darurat atau semacamnya."

"Data awal menunjukkan" kemungkinan besar "bahwa pesawat itu utuh ketika menabrak air pada hari Sabtu, tambahnya.

"Tapi kami tidak tahu pada tahap ini" apa yang menyebabkan kecelakaan itu,'' kata Utomo.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved