Breaking News:

Rawan Masalah Saat Pemilihan, KPUD Deliserdang Dorong Kecamatan Percut Seituan Bisa Dimekarkan

kecamatan yang selama ini rawan masalah saat pelaksanaan Pemilihan adalah Kecamatan Percut Seituan dan Sunggal. 

TRIBUN MEDAN/INDRA
KOMISIONER KPUD Deliserdang bertemu dengan Bupati Deliserdang, Ashari Tambunan beberapa waktu lalu. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Deliserdang mendorong agar Kecamatan Percut Seituan bisa dimekarkan.

KPUD Deliserdang mendukung atas adanya usulan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) yang diajukan Pemkab ke DPRD Deliserdang untuk dimasukkan dalam Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) dan dibahas tahun 2021.

Ketua KPUD Deliserdang, Syahrial Efendi menyebut kecamatan yang selama ini rawan masalah saat pelaksanaan Pemilihan adalah Kecamatan Percut Seituan dan Sunggal. 

"Ini menjadi PR (pekerjaan rumah) besar kami mendorong Pemkab untuk bisa dimekarkan. Alasannya Percut Seituan itu terlalu besar untuk sebuah kecamatan. Setiap pemilihan ke pemilihan menjadi sumber masalah yang banyak macam," ujar Syahrial Efendi, Selasa (12/1/2021). 

Syahrial mengungkapkan pemekaran Kecamatan adalah cara yang bisa dilakukan untuk meminimalisir masalah. Sumber dari Daerah Pemilihan (Dapil) adalah kecamatan. Tidak bisa satu kecamatan masuk dalam dua dapil.

"Pada Pemilihan 2019 jumlah TPS di Percut Seituan itu mencapai 1250. Ini terlalu besar dengan kondisi penyelenggara ad hoc kita dari tingkat Kecamatan dan Desa. Itu sangat tidak seimbang dengan beban kerja mereka. Kecamatan Gunung Meriah yang paling sedikit jumlah penduduknya jumlah penyelenggaranya dan jumlah hari kerjanya juga sama," kata Syahrial. 

Dari jumlah pemilih atau penduduk, lanjut Syahrial, Kecamatan Percut Seituan jauh lebih banyak dibanding kabupaten dan kota di Sumatera Utara. Bahkan ada yang ketika digabung jumlah penduduk dua kabupaten dan kota belum bisa mengimbangi jumlah penduduk di Percut Seituan. 

"Bisa saja ada yang berpikir gaji sama kok. Yang biasa saja godaannya banyak apalagi yang begitu (Percut Seituan yang padat). Karena semakin banyak semakin tidak fokus orang-orang di sana. Sebenarnya bukan hanya Percut Seituan saja yang jadi fokus kita tapi juga seperti Kecamatan Sunggal karena daerah padat," ucap Syahrial.

Meski secara lisan sudah pernah disampaikan lagi ke Bupati atau lembaga DPRD soal masalah ini namun untuk ke depan KPUA akan membuat kajian-kajian untuk menguatkan betapa pentingnya dilakukan pemekaran kecamatan di Deliserdang ini. Karena untuk pemekaran kecamatan, peran kabupatenlah yang besar.

Mereka pun berharap agar apa yang dicita-citakan bersama bisa terealisasi.

Efisiensi waktu termasuk hal mendasar mengapa kecamatan besar penting untuk dimekarkan. 

Dikatakannya, KPUD hanya ingin mengefisiensi dan menghindari masalah ketika pemilihan. KPUD sudah pernah bertemu dengan steakholder membicarakan hal ini.

"Dan ini akan terus kita gaungkan khususnya kepada DPRD. Yang namanya daerah padat sering terjadi masalah, belum lagi nanti pemilih-pemilih yang tinggal di Percut Seituan tapi ber KTP Medan. Ini juga menjadi masalah saat pemuktahiran karena data bisa terjadi pembengkakan," kata Syahrial. (dra/tribun-medan.com)

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved