Kumpulan Doa

Bacaan Doa Setelah Sholat Istikharah Lengkap Tata Cara Sholat Istikharah, Latin dan Terjemahannya

Berikut doa sesudah sholat istikharah dengan artinya yang dirakum dari Buku Risalah Tuntunan Shalat Lengkap karya Drs. Moh. Rifa’i dapat diunduh di si

Tayang:
www.queachmad.com via TribunJogja
Ilustrasi sholat istikharah 

TRIBUN-MEDAN.com - Ada doa khusus setelah melaksanakan sholat istikharah.

Jangan lupa berdoa setelah melaksanakan sholat.

Termasuk sholat istikharah.

Berikut bacaan doa lengkap latin dan terjemahan Bahasa Indonesia.

Berikut doa sesudah sholat istikharah dengan artinya yang dirakum dari Buku Risalah Tuntunan Shalat Lengkap karya Drs. Moh. Rifa’i dapat diunduh di sini.

Sholat istikharah sendiri merupakan sholat dua rakaat untuk memohon kepada Allah ketentuan pilihan yang lebih baik di antara dua hal yang belum dapat ditentukan baik buruknya.

Yakni apabila seseorang berhajat dan bercita-cita akan mengerjakan sesuatu maksud, sedang ia ragu-ragu dalam pekerjaan atau maksud itu, apakah dilakukan terus atau tidak.

Maka untuk memilih salah satu dari dua hal diteruskan atau tidak, disunahkan untuk melakukan sholat dua rakaat.

Sholat istikharah waktu pelaksanaannya lebih utama jika dikerjakan seperti sholat tahajud, yakni di malam hari.

Sesudah selesai shalat dengan sempurna kemudian terus berdoa dengan doa istikharah dan sesudah berdoa hendaklah memilih dalam hati, mana yang cenderung hati antara dua hal itu, berikut bacaan doanya:

Doa sholat istihoroh

Doa sholat istihoroh (Buku Risalah Tuntunan Shalat Lengkap karya Drs. Moh. Rifa’i )

“Allahumma inni astakhiruka bi ‘ilmika, wa astaqdiruka bi qudratika, wa as-aluka min fadhlika, fa innaka taqdiru wa laa aqdiru, wa ta’lamu wa laa a’lamu, wa anta ‘allaamul ghuyub.

Allahumma fa-in kunta ta’lamu hadzal amro (menyebutkan persoalannya) khoiron lii fii ‘aajili amrii wa aajilih (aw fii diinii wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii) faqdur lii, wa yassirhu lii, tsumma baarik lii fiihi.

Allahumma in kunta ta’lamu annahu syarrun lii fii diini wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii (fii ‘aajili amri wa aajilih) fash-rifnii ‘anhu, waqdur liil khoiro haitsu kaana tsumma rodh-dhinii bih.”

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved