Breaking News:

Perkara Sabu dalam Bungkus Nasi, Oknum Polisi Polrestabes Medan Diadili

Warga Deli Serdang itu dihadirkan ke persidangan secara daring dalam perkara narkotika jenis sabu.

TRIBUN MEDAN/GITA
JAKSA Penuntut Umum (JPU) Sri Delyanti, saat membacakan dakwaan di Ruang Cakra 4 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (13/1/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN -  Oknum polisi Polrestabes Medan, Ade Saputra Ginting diadili di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (13/1/2021). 

Warga Deli Serdang itu dihadirkan ke persidangan secara daring dalam perkara narkotika jenis sabu.

Dalam dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) Sri Delyanti, dijelaskan bahwa terdakwa Ade Saputra Ginting pada Juni 2020 sekira pukul 10.00, saat  berada Kantor Polrestabes Medan dihubungi Boy Zulkarnaen (berkas terpisah), meminta terdakwa Ade Saputra mengambil nasi titipan miliknya di depan Kantor Polrestabes.

"Sekira pukul 11.00,  terdakwa dihubungi kembali oleh Boy dan mengatakan bahwa kakaknya yang mengantarkan nasi sudah di depan kantor," kata jaksa di hadapan Hakim Ketua Deny Lumban Tobing.

Kemudian, terdakwa pergi ke depan kantor dan menemui Lina (DPO). Setelah bertemu, ia menyerahkan sebuah bungkusan makanan yang di dalamnya berisi narkotika jenis sabu.

"Terdakwa membawa bungkusan tersebut ke dalam Kantor Polrestabes lewat pintu depan akan tetapi terdakwa tidak melaporkan titipan tersebut kepada petugas piket depan. Kemudian sekitar pukul 11.30,  setelah berada di piket RTP Polrestabes Medan, terdakwa lewat dari belakang piket," jelas jaksa.

Namun, lanjut jaksa, petugas piket yakni Nurdiansyah dan  Rejeki Banurea ketika itu melihat terdakwa dan mengatakan agar titipan tersebut diperiksa dulu.

Terdakwa merasa takut dan meletakkan bungkusan berisi sabu tersebut di bangku dan mengatakan bahwa bungkusan itu barang titipan untuk Boy Zulkarnaen yang merupakan tahanan di blok C.

"Melihat bungkusan tersebut, saksi Nurdiansyah dan Rejeki Banurea curiga, lalu melakukan pemeriksaan dan membuka bungkusan tersebut yang ternyata bungkusan tersebut berisi biskuit bermerk Gery sebanyak 2 bungkus yang berisi plastik klip tembus pandang berisi sabu dua bungkus dengan berat 9,42 gram," urai jaksa.

Mengetahui hal tersebut, mereka melaporkannya kepada pimpinannya.

Lalu sekira pukul 12.00, petugas Sat Resnarkoba yaitu saksi Meydianta memanggil tahanan saksi Boy Zulkarnaen  yang berada di Sel Blok C, lalu memperlihatkan dan mempertanyakan bungkusan makanan berisi sabu.

Boy mengaku, sabu tersebut memang miliknya, dan dia menugaskan terdakwa Ade Saputra Ginting untuk membawa sabu tersebut. Kemudian petugas Provos membawa terdakwa ke piket RTP Polrestabes. 

"Terdakwa juga mengakui bahwa sebelumnya Boy  meneleponnya dan minta tolong ambilkan bungkusan tersebut, untuk diserahkan kepada Boy. Sabu tersebut sengaja dimasukkan ke dalam bungkusan makanan agar bebas dari pemeriksaan petugas piket. Perbuatan yang sama sudah dilakukannya beberapa kali pada beberapa waktu sebelumnya," pungkas jaksa.

Jaksa menyebutkan, perbuatan terdakwa bersama Boy melanggar pidana dalam Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, atau Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.(cr21/tribun-medan.com)

Penulis: Gita Nadia Putri br Tarigan
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved