Gempa Hari Ini

BERSELANG 12 Jam MAJENE Kembali Diguncang Gempa Dahsyat 6.2, Terasa hingga Samarinda Balikpapan

BERSELANG 12 Jam MAJENE Kembali Diguncang Gempa Dahsyat 6.2, Terasa hingga Samarinda Balikpapan

Editor: Tariden Turnip
screengrab facebook
BERSELANG 12 Jam MAJENE Kembali Diguncang Gempa Dahsyat 6.2, Terasa hingga Samarinda Balikpapan. Kerusakan bangunan akibat Gempa Majene 5.9 

Selain di Sulbar, gempa juga terasa di beberapa kabupaten di Sulawesi Selatan yang berdekatan dengan Sulbar, seperti di Toraja (III MMI) serta di Pinrang, Pare-pare, dan Wajo (II-III MMI).

MMI merupakan skala intensitas gempa yang mengukur dampak getaran terhadap kondisi sekitar dengan skala I (paling rendah) hingga XII (tertinggi).

Belum diketahui dampak kerusakan gempa terbaru ini.

Namun di WA beredar foto kerusakan bangunan termasik di Kantor Gubernur Sulawesi Barat.

Kerusakan di Kantor Gubernur Sulbar akibat pascagempa 6.2, Jumat (15/1/2021) dini hari
Kerusakan di Kantor Gubernur Sulbar akibat pascagempa 6.2, Jumat (15/1/2021) dini hari (WA)

Gempa susulan

Beberapa gempa susulan terjadi pascagempa 6.2.

Namun kekuatannya terus menurun.

Mulai dari Mag:3.9, Mag:4.0, Mag:2.9, Mag:3.0, Mag:3.4, Mag:3.2,  dan Mag:2.6 hingga pukul 03.00 WIB.

Gempa 6.2 ini hanya berselang 10 jam dari gempa 5.9 Kamis.

Koordinator Bidang Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono membeber fakta-fakta Gempa Majene 5.9 magnitudo pukul 13.35.49 WIB yang terasa hingga ke Kalimantan.

FAKTA-FAKTA GEMPA MAJENE 14 JANUARI 2021*

1. Gempa Majene dengan magnitudo 5,9 yang terjadi pukul 13.35.49 WIB ini memicu kerusakan bangunan rumah.

Estimasi peta tingkat guncangan yang dipublikasikan BMKG akurat, sesaat setelah gempa dapat mengetimasi bahwa gempa ini merusak karena muncul warna kuning yang artinya guncangan gempa mencapai skala intensitas VI MMI yang berpotensi merusak.

Dari lapangan saat ini dilaporkan sementara banyak terjadi kerusakan rumah warga di Kabupaten Majene.

Tidak hanya merusak, gempa ini juga memicu dampak ikutan gempa (collateral hazard) berupa runtuhan batu (rockfall) di tebing-tebung perbukitan.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved