GEJALA BARU Covid-19 Lebih Menular, Ditemukan Gejala tak Biasa, 7 Gejala Lain Peringatan WHO
GEJALA BARU Covid-19 Lebih Menular, Ditemukan Gejala tak Biasa, 7 Gejala Lain Peringatan WHO
TRIBUN-MEDAN.com - GEJALA BARU Covid-19 Lebih Menular, Ditemukan Gejala tak Biasa, 7 Gejala Lain Peringatan WHO.
Waspada Ruam Kulit, Diare tak Selera Makan hingga gejala baru/warian baru covid-19.
Setidaknya ada delapan negara telah melaporkan adanya temuan varian baru virus corona yang muncul di negaranya.
Adapun negara-negara tersebut, yakni Irlandia Utara, Isreal, Singapura, Denmark, Belanda, Australia, Italia, Gibraltar, dan diduga juga muncul di Perancis, dan Afrika Selatan.
Baca juga: UPDATE BURSA Transfer Liga Italia Inter Tukaran Arsenal Eriksen-Torreira? Bek Milan Andrea Conti
Paling dekat, Singapura mengonfirmasi bahwa mutasi virus corona seperti virus dengan jenis yang sama yang menyebar di Inggris.
Melansir dari Times of India, National Health Service (NHS) pun menyoroti gejala Covid-19 yang kerap dialami pasien saat terinfeksi virus corona jenis baru ini.
Selain gejala umum Covid-19 seperti demam, batuk kering, dan hilangnya indra penciuman dan perasa, ada 7 gejala lain yang dikaitkan dengan varian baru corona.
Baca juga: BEDA Gejala Covid-19 Kehilangan Indra Penciuman, Batuk atau Flu Biasa Perlu Anda Ketahui
Beikut di antaranya:
- Kelelahan
- Kehilangan selera makan
- Sakit kepala
- Diare
- Kebingungan
- Nyeri otot
- Ruam kulit.
"Jika Anda mengalami gejala apa pun terkait Covid-19, jangan ambil risiko. Anda dan keluarga harus segera melakukan isolasi dan idealnya sesegera mungkin untuk melakukan tes," ucap peneliti dari King's College.
Baca juga: BERLAKU Per 1 Januari 2021, Tarif Iuran BPJS Kesehatan yang Harus Dibayar Peserta
Peringatan WHO
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mendesak anggotanya di Eropa untuk meningkatkan upaya melawan varian baru virus corona SARS-CoV-2 yang menyebar di Inggris.
Di luar Inggris, varian baru virus corona ditemukan pada 9 kasus di Denmark, serta masing-masing 1 kasus di Belanda dan Australia.
"Di seluruh Eropa, di mana penularannya intens dan meluas, negara-negara perlu menggandakan pendekatan pengendalian dan pencegahan mereka," ujar juru bicara WHO, belum lama ini.
Baca juga: HASIL Man City vs NewCastle, Menang 2-0 The Citizen ke Posisi 5 Klasemen Sementara Liga Inggris
Anggota WHO di seluruh dunia diminta merunut virus SARS-CoV-2 dan berbagi data urutan internasional, khususnya bagi negara yang melaporkan adanya mutasi virus yang sama.
WHO mencatat, strain baru dari virus corona ini kemungkinan dapat menyebar lebih mudah di antara orang-orang dan memengaruhi tes diagnostik.
"Informasi awal bahwa varian tersebut dapat memengaruhi kinerja beberapa tes diagnostik," tulis WHO.
Baca juga: IKATAN CINTA RCTI HARI INI Elsa Ketakutan, Aldebaran dan Andin Tahu Gunting Bukti Pembunuhan Roy
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ilustrasi-ilmuwan-mempelajari-infeksi-covid-19-yang-disebabkan-virus-sars-cov-2.jpg)