Sosok Derman Nababan, Ketua PN Siantar yang Pernah Bekerja Sebagai Cleaning Service
Tahun 2002 menjadi hakim di PN Padang Sidimpuan, berlanjut tahun 2007 menjadi hakim di PN Tarutung dan 2010 hakim di PN Jepara.
Penulis: Alija Magribi |
TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Peribahasa nasib tiada yang tahu tampaknya dialami oleh Derman P Nababan dalam perjalanan hidupnya.
Pria kelahiran Siborongborong, Kabupaten Tapanuliutara punya pengalaman terjal sebelum dikenal sebagai Ketua Pengadilan Negeri Pematangsiantar sejak 8 Januari 2021.
Derman P Nababan mengungkap kisahnya sebelum berkarier sebagai hakim kepada awak Tribun Medan, Kamis (21/1/2021). Pria berkaca mata semula tak punya bayangan bisa menjadi hakim seperti saat ini.
"Perjalanan saya menjadi hakim dan ketua pengadilan itu sangat unik. Semua itu sudah saya rangkum dalam buku Terbanglah Rajawaliku," ujar Derman di ruangannya.
Derman menceritakan, sesungguhnya dirinya tidak lulus Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UMPTN) pada tahun 1990.
Bahkan, upayanya untuk bisa langsung bekerja dan membantu keluarga dengan mengikuti seleksi Tamtama juga kandas.
"Tamtama sekalipun, balok 1 saya kalah. Saya mendengar kalau satu pintu tertutup jangan kau pelototi pintu itu, cari pintu lainnya," ujar Derman menyebut kalimat tersebut sebagai petuah hidupnya.
Enggan berhenti di situ, Derman berinsiatif untuk kuliah sambil bekerja.
Ia tak mau merepotkan orangtua di kampung, yang mana sang ayah hanyalah seorang petani dan ibunda seorang pedagang tapai.
"Saya jadi hakim ini, saya tidak cita-citakan, mengapa? karena cita-cita saya itu sebenarnya adalah menjadi Sarjana Pertanian. Karena lahir dari petani miskin. Ayah saya petani, ibu saya penjual tapai," ujar pria kelahiran 49 tahun lalu.
Derman pun memulai kerja dengan menjadi cleaning service dan menjalani mahasiswa jurusan hukum sore (Mahusor) di Universitas Dharmawangsa.
Ia menggondol gelar sarjana hukum pada tahun 1998, yang menjadi modal awal menjadi hakim. "Apabila tangan tak sampai memeluk gunung. Ambil jalan melingkar," nasihatnya.
Pada tahun 1999, Derman memulai karier sebagai calon hakim di Pengadilan Negeri (PN) Tebingtinggi.
Tahun 2002 menjadi hakim di PN Padang Sidimpuan, berlanjut tahun 2007 menjadi hakim di PN Tarutung dan 2010 hakim di PN Jepara.
Pada tahun 2012, Derman kembali ke Sumut dengan menjadi hakim di PN Deliserdang, Tahun 2015 hakim di PN Balige, Tahun 2016 hakim di PN Muara Bulian, Sumatera Selatan, Tahun 2019 di PN Subang dan teranyar 2021-saat ini di PN Pematangsiantar.
"Pertama kali dengan Golongan IB Gaji Pokok saya hanya Rp 52.800/bulan. Kami ngontrak di Medan," kenang Derman.
Dalam kariernya menjadi hakim, Derman beberapa kali menjabat sebagai humas.
Pengalamannya sebagai humas tersebut membuatnya merasa dekat dengan wartawan dan masyarakat di manapun berada.
"Dalam proses menjadi hakim tahun 2002-sekarang, saya selalu care. Saya selalu ingin bersahabat dengan banyak orang, termasuk wartawan. Karena seluruh tugas-tugas kami, kalau tidak terpublikasi, masyarakat tidak tahu. Masyarakat hanya tahu yang jelek-jelek. Itu karena sumbernya dari kami," kata Derman.
"Wartawan harus berani duduk dekat saya. Saya berlakukan itu juga kepada semua karyawan saya, karena kita pada prinsipnya sama," tegas Derman.
Derman P Nababan, suami dari Rumata Manalu menorehkan penghargaan sebagai tokoh Kristen Inspiratif versi Majalah Narwastu Tahun 2020 di Jakarta.
Ayah dua anak ini, merupakan motivator dan pengkhotbah gereja yang dianggap memberikan energi positif untuk orang banyak.
Menariknya, sebagai pengkhotbah gereja, Ayah dua anak ini merupakan lulusan S2 Hukum Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Tahun 2008.
(Alija/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/derman-p-nababan.jpg)