Breaking News:

Air Terjun Pande Namura, Wisata di Hutan Konservasi yang Memacu Adrenalin

Memiliki ketinggian lebih kurang 50 meter, serta debit air yang deras, aliran air terjun terlihat begitu indah saat jatuh dari atas tebing.

TRIBUN MEDAN / HO
Air Terjun Pande Namura berada di Desa Kuta Rakyat, Jalan Lintas Kabupaten Karo, Sumatera Utara. 

Laporan wartawan Tribun Medan / Muhammad Anil Rasyid

TRIBUN-MEDAN.com, KARO - Air Terjun Pande Namura berada di Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Memiliki ketinggian lebih kurang 50 meter, serta debit air yang deras, aliran air terjun terlihat begitu indah saat jatuh dari atas tebing.

Air terjun ini berada tepat di Desa Kuta Rakyat, Jalan Lintas Kabupaten Karo.

Berada di kawasan hutan konservasi, maka tak heran objek wisata ini sangat cocok dijadikan lokasi tracking, dan lokasi kamping.

Lokasi wisata ini masih berada dekat kawasan Gunung Sinabung. Jika bertolak dari Medan, akan memakan waktu perjalanan sekitar tiga jam menggunakan sepeda motor.

"Jalur tracking masih bisa dibilang cukup menantang, memacu adrenalin. Masih banyak semak belukarnya. Sekitar satu jam setengah kita berjalan untuk tiba di air terjun," ucap Davi seorang mahasiswa perguruan tinggi swasta Kota Medan, Senin (1/2/2021).

Lanjut Davi, memang terjal jalan yang dilalui cukup melelahkan karena harus naik turun bukit.

Apalagi mendekati lokasi air terjun, pengunjung harus menuruni tebing yang cukup menantang.

"Menuruninya dengan cara merangkak, tidak ada tali yang tersedia, hanya mengandalkan pegangan pada akar-akar pohon. Jadi sangat dianjurkan untuk berhati-hati. Cocok lah tempatnya bagi pengunjung yang hobi travelling ke hutan," ujar Davi.

Setelah menuruni tebing, pengunjung harus masih harus menyusuri sungai. Lebih kurang sekitar 10 menit berjalan menyusuri Sungai, sampailah di haAir Terjun Pande Namura.

"Begitu tiba, sebuah pemandangan air terjun yang luar biasa indahnya. Rasa capek terbalas dengan indahnya air terjun ini," ujar Davi.

Dahulunya, air terjun ini ramai dikunjungi pengunjung lokal maupun mancanegara. Namun setelah Gunung Sinabung erupsi, air terjun ini sudah sangat di jarang dikunjungi.

Bagi pengunjung disarankan untuk ke air terjun ini jangan pada saat musim hujan, karena air akan keruh. Apalagi track menuju air terjun terasa licin.

(CR23/tribun-medan.com/tribunmedan.id)

Penulis: Muhammad Anil Rasyid
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved