Breaking News:

Puncak Manalese, Negeri di Atas Awan Labura

Lanjut Yusri, meski tak memiliki jalan yang terjal atau biasa yang disebut soft tracking, tetap menaiki bukit bukan perkara yang gampang.

TRIBUN MEDAN / Muhammad Anil Rasyid
Pemandangan alam saat berada di Puncak Manalese yang berada di Dusun Rimbaya, Desa Batu Tunggal, Kecamatan na IX-X, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara. 

TRIBUN-MEDAN.com, LABURA - Meski harus bersusah payah untuk mencapai puncak, pesona alam dari dataran tinggi yang ada di Sumatera utara memang selalu menawarkan keindahan yang luar biasa.

Seperti Puncak Manalese merupakan suatu bukit yang memiliki hamparan pemandangan yang indah. Puncak yang berada di Dusun Rimbaya, Desa Batu Tunggal, Kecamatan na IX-X, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara.

"Puncak Manalase merupakan bukit kecil yang berada di tiga desa yaitu, Desa Sibargot, Batu Tunggal, dan Aek Buru. Begitu kita tiba di puncak, pemandangan yang tersaji begitu sangat indah, dan membuat pikiran tenang," ucap Yusri, seorang warga Labuhanbatu, Selasa (2/2/2021).

Lanjut Yusri, meski tak memiliki jalan yang terjal atau biasa yang disebut soft tracking, tetap menaiki bukit bukan perkara yang gampang.

"Memang jalan menuju puncak enggak seterjal kayak bukit lainnya yang ada di Sumut, tapi ini bukan hal yang mudah juga bagi pemula ya. Harus betul-betul menyiapkan tenaga yang prima," ujap Yusri.

Puncak Manalese kian populer karena bentuk dan wujudnya yang begitu eksotis, seperti ala negeri di atas awan.

"Desa-desa yang terlihat dari ketinggian, menambah keindahan panorama alam yang membuat setiap pengunjung yang melihatnya tidak bisa berkedip. Di lokasi ini juga, bisa dijadikan tempat untuk berkamping," ujar Yusri.

Apabila pengunjung ingin berkamping atau hanya ingin sekedar mengunjungi Puncak Manalese, siapkan segala sesuatu persiapan yang dibutuhkan. Misal, air minum, makanan, serta perlengkapan kamping. Karen dilokasi belum tersedia fasilitas yang memadai.

Untuk memasuki objek wisata Puncak Manalese, pengunjung tidak dikenakan biaya apapun alias gratis.

Hanya saja, selama berada di kawasan Puncak Manalese pengunjung diharapkan untuk selalu menjaga kebersihan, untuk tidak membuang sampah sembarangan.

"Kemarin parah sekali sampahnya di puncak ini. Jadi kita berharap dan bersama-sama untuk selalu menjaga kebersihan di Puncak Manalese ini," ujar Yusri.

Sementara itu bagi pengunjung yang berasal dari pusat Kota Medan, akan melakukan perjalanan darat lebih kurang tujuh jam untuk tiba di Desa Aek Buru yang merupakan desa di tepi kaki bukit tersebut.

Adapun jarak tempuh yang dilalui sekitar 292 kilometer.

(CR23/tribun-medan.com/tribunmedan.id)

Penulis: Muhammad Anil Rasyid
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved