Dapur Masak Minyak Mentah di Langkat Terbakar, Tiga Warga Jadi Korban, Beberapa Rumah Ikut Terbakar
Kapolsek Besitang AKP A Harahap mengatakan, selain korban luka bakar, sejumlah warga juga ada yang rumahnya dilalap api hingga tak tersisa.
Penulis: Arjuna Bakkara | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN-MEDAN.COM, LANGKAT - Kebakaran dapur masak minyak mentah milik masyarakat, Sunar (27) di Lingkungan I Kampung lalang Kelurahan Pekan Besitang Kabupaten Langkat mengakibatkan tiga orang mengalami luka bakar.
Kapolsek Besitang AKP A Harahap mengatakan, selain korban luka bakar, sejumlah warga juga ada yang rumahnya dilalap api hingga tak tersisa.
"Tiga korban luka bakar dan warga mengalami kerugian material lainnya seperti kehilangan rumah," ujar AKP A Harahap, Minggu (7/2/2021).
Ada pun ketiga korban luka bakar tersebut yakni, Yuda (15) seorang pelajar luka bakar mencapai 45 persen untuk sekuruh tubuhnya. Yuda mengalami luka bakar di bagian wajah, siku tangan kanan dan kiri, luka bakar pada bagian tangan kanan dan kiri hingga ke jari tangan, luka bakar bagian pinggang sebelah kiri, luka bakar di kaki kanan dan kiri, mulai dari lutut kejari.
Kemudian, Eki (40), seorang penarik becak yang mana 25 persen tubuhnya terbakar. Yakni terbakar pada bagian wajah, kepala, tangan kanan dan kiri, kaki kanan dan kiri.
Satu lagi, Reihan (14) yang juga seorang pelajar tubuhnya 15 persen terbakar. "Luka bakar pada bagian kaki kanan dan kaki kiri,"terang AKP A Harahap.
Kapolsek mengatakan, peristiwa yang mengakibatkan dua anak di bawah umur serta seorang pria dewasa tersebut terbakar terjadi pada hari Sabtu, 6 Februari 2021 malam, sekitar pukul 21.15 WIB. Kebakaran tepatnya terjadi di dapur masak minyak mentah (conden) milik Sunar.
Kebakaran itu disebabkan adanya kebocoran pada pipa saluran buang atau keluar hasil penyulingan atau masak minyak mentah yang dilakukan Eki, Yuda dan Reihan.
Ketiga org tersebut tidak mengetahui adanya kebocoran pada pipa saluran penyulingan minyak mentah.
Sementara pada saat pipa mengeluarkan uap atau gas, Eki, yuda dan Reihan pada saat itu sedang mengipas-ngipas api yang ada di tungku masak. Ketiganya bermaksud mengipas agar api menyala.
"Pada saat itulah terjadi percikan api dari tungku masak dan menyambar uap atau gas dari pipa yg bocor," tambah Kapolsek dalam keterangannya.
Secara tiba-tiba terjadilah ledakan kuat yang tidak diketahui dari mana asalnya, namun masih di seputaran dapur masak minyak.
Akibat dari ledakan tersebut, api menyambar ketiga orang korban yang mengakibatkan luka bakar dan 2 unit rumah hangus terbakar.
Selanjutnya Kapolsek Besitang AKP Harahap beserta personel menghubungi pemadam kebakaran dan berangkat menuju TKP. Pada pukul 22.45 WIB, api pun dapat dipadamkan dengan kekuatan tiga unit mobil pemadam kebakaran ditambah bantuan swadaya masyarakat.
Sementara itu, korban material dalam peristiwa ini adalah Adi Candra (38). Adi mengalami kerugian sekitar Rp 70 juta dengan rincian rumah hangus terbakar beserta isinya. Kemudian, Manto (40) seorang buruh, dan mengalami kerugian materi Rp 60 juta dengan rincian rumah hangus terbakar beserta isinya.
Sejauh ini polisi belum menetapkan seseorang menjadi tersangka dan masih melakukan penyelidikan. Namun, polisi selain membantu pemadaman telah mengamankan TKP, memeriksa saksi maupun korban serta memeriksa barang bukti.(jun/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/korban-kebakaran-minyak.jpg)