Breaking News:

Update Covid19 Sumut 8 Februari 2021

Tergantung Ketersediaan Vaksin, Vaksinasi Bagi Lansia di Sumut Dijadwalkan Pekan Ketiga Februari

Penyuntikan vaksin bagi warga yang telah berusia 60 tahun ke atas atau lansia di Sumut, akan didahulukan daripada para tenaga atau profesi publik.

Penulis: Mustaqim Indra Jaya | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Tribun Medan/HO
PEMERINTAH Kota (Pemko) Medan melakukan vaksinasi tahap kedua, Jumat (29/1/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mengeluarkan izin penggunaan darurat vaksin Sinovac bagi masyarakat yang telah berusia lanjut atau lansia.

Dengan adanya izin dari BPOM itu, maka vaksinasi terhadap masyarakat yang telah berusia 60 tahun ke atas atau lansia di Sumatra Utara juga bakal segera dilakukan.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Sumut, Alwi Mujahit Hasibuan menyebutkan, penyuntikan vaksin bagi warga yang telah berusia 60 tahun ke atas atau lansia di Sumut, akan didahulukan daripada para tenaga atau profesi publik.

"Vaksin untuk lansia sudah, untuk yang 60 tahun. Nanti lansia dulu baru petugas publik," kata Alwi, di Rumah Dinas Gubernur, Selasa (8/2/2021).

Berdasarkan jadwal dari Kementerian Kesehatan, penyuntikan vaksin untuk warga yang telah berusia 60 tahun ke atas dijadwalkan pada pekan ketiga Februari 2021.

"Minggu ketiga mungkin. Itu jadwal dari kementerian ya. Soal bagaimana implementasi di lapangan, bisa lain lagi," ungkapnya.

Namun, jadwal tersebut bisa berubah, tergantung ketersediaan vaksin di Sumut. Sebab 147.720 vial vaksin Sinovac yang sebelumnya telah tiba, kini sudah disebar ke 33 kabupaten dan kota.

Sementara ketersediaan vaksin secara nasional saat ini tidak mencukupi dan masih akan diproduksi oleh PT Bio Farma.

"Tetapi sekarang ini vaksin di kementerian tinggal dua ribu. Tadi sesuai vidcon dengan Pak Menteri. Sekarang sedang diproduksi dan kemungkinan jadwal tadi bisa berubah ke awal Maret," jelas Alwi.

Sementara terkait data lansia yang akan melaksanakan vaksinasi, sebut Alwi, ditetapkan oleh Komite Penanganan Covid-19 dan Pulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN). 

Dinas Kesehatan Sumut mengaku sampai saat ini belum mengetahui data lansia yang bakal mendapat suntikan vaksin Covid-19.

"KCP PEN akan ambil data dari Dinas Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan dan provider. Jadi itu diramu. Nanti dapatlah orang-orangnya, by name by address dan kemudian disesuaikan dengan penyakit-penyakitnya," pungkasnya.(ind/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved