Breaking News:

Khazanah Islam

Mahar Bukan 'Harga' Wanita, Rasulullah SAW: Sebaik-baiknya Perempuan yang Paling Ringan Maskawinnya

Dalam Islam, mahar bukanlah 'harga' dari seorang wanita yang dinikahi, sebab pernikahan bukanlah jual beli wanita.

Freepik.com/prostooleh
Ilustrasi menikah 

TRIBUN-MEDAN.com - Benar bahwa Islam mewajibkan pemberian mahar dari pihak laki-laki kepada pihak perempuan dalam pernikahan.

Dalam Islam, mahar bukanlah 'harga' dari seorang wanita yang dinikahi, sebab pernikahan bukanlah jual beli wanita.

Selain wujud nyata keseriusan laki-laki yang hendak menikahi wanita pujaanya. Hal ini juga menjadi bukti Islam sangat memuliakan wanita.

Maka dari itu, tidak ada ukuran dan jumlah yang pasti dalam mahar, ia bersifat relatif bahkan ada yang berpendapat bahawa ia disesuaikan dengan kemampuan dan kepantasan dalam suatu masyarakat.

Rasulullah SAW mengajarkan kepada umatnya agar tidak berlebihan di dalam menentukan besarnya mahar.

5 Doa Ibu Hamil Agar Persalinan Lancar, Bayinya Dilindungi Allah dan Terhindar dari Gangguan Jin

Bacaan Doa Mustajab, Minta kepada Allah, Mudah-mudahan Doa Dikabulkan, Al Fatihah hingga Doa Hajat

Hal ini dimaksudkan agar tidak menimbulkan kesulitan bagi para pemuda yang bermaksud untuk menikah, karena mempersulit pernikahan akan berdampak negatif bagi mereka yang sudah memiliki keinginan menggebu-gebu untuk menjalankannya.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW. bersabda,

خيرهن أيسرهن صداقا

“Sebaik-baik perempuan adalah yang paling mudah (ringan) maskawinnya.” (HR. Ibn Hibban).

Kemudian barang pemberian (mahar) menjadi hak milik sang istri. Hal ini didasarkan pada firman Allah SWAT dan sunnah Rasul-NYA.

Halaman
1234
Editor: Azis Husein Hasibuan
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved