Dara Utama Kota Medan, Ifani Helen: Lakukan yang Terbaik Meski Bukan dari Keluarga Utuh
Kata Helen, dirinya masuk ke dunia modeling karena dukungan ibu dan kakaknya. Saat masih kecil ia diikutkan kompetisi model agar bakatnya terarah.
Penulis: Septrina Ayu Simanjorang | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pilihannya untuk terjun ke dunia model sejak dini menjadi hal yang tak pernah Ifani Helen sesalkan.
Menjadi model membuka banyak kesempatan dalam hidupnya.
Puluhan lomba sudah ia ikuti. Bahkan dirinya juga pernah berperan dalam FTV di ibu kota. Kini dirinya menyandang gelar Dara Utama Kota Medan 2019.
Kata Helen, dirinya masuk ke dunia modeling karena dukungan ibu dan kakaknya. Saat masih kecil ia diikutkan kompetisi model agar bakatnya lebih terarah.
"Apalagi saat masih kecil aku itu centil. Jadi orang tua support ikut kegiatan gitu supaya anaknya terarah bakatnya dan agar terbentuk mentalnya dan bisa maju di dunia hiburan. Saya mau mengimplementasikan gaya saya yang centil itu ke hal-hal yang positif dan terarah dan meraih prestasi," katanya.
Lalu saat SMA, dirinya mulai masuk ke sebuah agency. Lalu pindah ke Barbieciaproduction. Ia mengatakan meski awalnya tak percaya diri, gelar Dara Utama 2019 bisa ia dapatkan dengan dukungan dari pelatih, management, dan tim.
"Awalnya saya juga enggak terlalu percaya diri untuk ikut pemilihan Jaka Dara ini. Tapi karena didukung oleh management saya, Barbieciaproduction, saya berani mencoba. Saya disuruh ikut saja, mereka memberikan semangat baik moril dan dukungan untuk keperluan seperti baju, dan semuanya yang saya butuhkan untuk ajang ini," katanya.
Setelah lulus sebagai finalis, dirinya menjalani karantina dan mendapat ilmu yang banyak mengenai cara berkomunikasi dengan orang lain, sikap duduk, table manner, penampilan, dan lain sebagainya.
Helen bilang dirinya tak pernah menyangka akan terpilih sebagai Dara Utama karena melihat semua finalis Jaka Dara sangat berbakat dan berpotensi sebagai Dara Utama.
Dari semua finalis terpilih empat pemenang yaitu Dara Utama, Dara Intelegensia, Dara Kepribadian, dan Dara Persahabatan.
"Semuanya merupakan pemenang, yang membedakan predikatnya saja. Masing-masing dara ini dipilih karena kepribadiannya dan hasil penilaian selama masa karantina," katanya.
Ia menjelaskan Dara Persahabatan biasanya karena pribadi yang bersahabat dan bisa merangkul teman-temannya sesama finalis.
Sedangkan Dara Kepribadian terpilih karena kepribadiannya yang baik. Dara Intelegensia dipilih karena pintar dan punya banyak prestasi dalam bidang pendidikan.
"Sedangkan Dara Utama mencakup semuanya. Jadi semua yang ada di diri masing-masing Dara ini, terdapat dalam diri Dara Utama. Makanya saya enggak menyangka terpilih karena mereka punya banyak talenta seperti menari, menyanyi, dan lain sebagainya," ucapnya.
Menurutnya terpilih sebagai Dara Utama adalah pencapaian dan hadiah terbesar yang ia terima. Ia wisuda tepat sehari sebelum Grand Final Jaka Dara dan terpilih sebagai pemenang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ifani-1.jpg)