Tribun travel

Memandang Keindahan Danau Toba dari Bukit Singgolom

Hamparan bukit Singgolom juga sangat cocok bagi para pengunjung yang ingin gelar tikar dan bahkan langsung duduk.

TRIBUN MEDAN/MAURITS PARDOSI
PEMANDANGAN Singgolom di kawasan Danau Toba yang berada di atas Desa Meat. 

TRIBUN-MEDAN.com, TOBA - Sebuah bukit yang berada di Desa Lintong Nihuta, Kecamatan Tampahan, Kabupaten Toba dikenal dengan nama Pemandangan Singgolom yang berada di atas Desa Meat.

Dari desa tersebut, hamparan Danau Toba terlihat jelas apabila cuaca cerah. Yang pasti, mata para pengunjung akan dimanjakan oleh pandangan luas Danau Toba. 

Saat wartawan Tribun-Medan.com berada di atas Bukit Singgolom, terlihat jelas hamparan luas Danau Toba, baik perairan Danau Toba yang berada di daerah Silalahi, Samosir dan Porsea.

Bersama angin sepoi-sepoi, berdiri di atas bukit dan memandang Danau Toba seakan seluruh penat terlepas.

Hamparan bukit Singgolom juga sangat cocok bagi para pengunjung yang ingin gelar tikar dan bahkan langsung duduk.

Hamparan tersebut dipenuhi dengan rumput manis sehingga cocok dijadikan tempat duduk. Rumput hijau di hamparan tersebut menambah semarak keindahan Danau Toba.

Maka, tak heran bila Bukit Singgolom dijadikan sebagai spot foto bagi para pengunjung.

Biasanya, para pengunjung menjadikan hamparan Danau Toba menjadi background foto.

Para pengunjung terlihat berpasangan sambil berpegangan tangan dan melihat ke Danau Toba. Itulah satu diantara cara para pengunjung menikmati keindahan Danau Toba sekaligus mengabadikan momen tersebut.

Untuk sampai ke Bukit Singgolom ini, para pengunjung harus menempuh perjalanan sekitar 5 kilometer dari Kota Balige.

Perjalanan menuju Bukit Singgolom dari Kota Balige juga menjadi sebuah perjalanan yang mengasyikkan. Dari Balige, pengunjung bisa melalui kawasan Lumban Silintong.

Sepanjang perjalanan, para pengunjung akan melihat hamparan Danau Toba yang berada di sebelah kanan. 

Dari Balige, perjalanan melalui Lumban Silintong akan menanjak dan penuh liku. Ini juga menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi penikmat petualangan.

Maka, tidak jarang juga bagi pencinta motorcross melintasi jalur tersebut. Walau tanjakan, mobil dan sepeda motor terbiasa melintasi daerah tersebut, jalannya relatif, mulus.

Setelah melintasi kawasan Lumban Silintong, pengunjung juga akan melihat hamparan sawah di Desa Tarabunga.

Desa yang berada di atas kawasan Lumban Slintong dan berdekatan dengan Bukit Singgolom ini merupakan lahan persawahan.

Maka, para pengunjung juga menjadikannya sebagai spot foto.

Ini juga kesempatan bagi para pengunjung menikmati jalan di atas sengkedan sawah.

Masih di kawasan Tarabunga, pengunjung juga bisa menemukan mata air di pinggir jalan.

Menurut masyarakat sekitar, air tersebut merupakan sumber air mereka manakala mereka sedang beraktivitas di sawah.

Sebab, mata air tersebut berada dekat persawahan dan pinggir jalan.

Air tersebut bisa langsung dikomsumsi tanpa harus dimasak terlebih dahulu.

Dari kawasan persawahan Desa Tarabunga, Bukit Singgolom hanya berjarak 800 meter.

Setelah kira-kira setengah jam perjalanan dari Kota Balige, Bukit Singgolom pun terlihat.

Beberapa makam yang dikelilingi rumput hijau terlihat indah dan membuat sejuk.

Kendaraan pun bisa diparkirkan dan akan dijaga oleh pemuda setempat. Setelahnya, para pengunjung bisa menikmati keindahan daerah tersebut.

Saat berada di atas Bukit Singgolom, seorang pengunjung Christian Tampubolon (25) mengatakan, dirinya belum puas ke tinggal di kampung halaman sebelum menikmati keindahan Bukit Singgolom.

“Tetap ada juga yang kurang kalau belum pergi ke Bukit Singgolom ini. Rasanya sudah sempurna kalau sudah berada di Bukit Singgolom. Bagi kami para perantau, Bukit Singgolom adalah tempat yang wajib dikunjungi. Alasannya, inilah tempat dimana kita bisa melihat kawasan Toba secara jelas,” ujar Christian Tampubolon.

Selain para pengunjung dari luar Sumatera, ternyata Raja dan Ratu Belanda juga sudah pernah mengunjungi tempat tersebut.

Setidaknya, beberapa foto Raja dan Ratu Belanda menjadi pertanda bahwa mereka telah pernah mengunjungi lokasi tersebut.

Bukit dan gunung yang berada di sisi Danau Toba pun terlihat jelas dan ini menjadi sebuah daya tarik bagi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumatera Utara (Sumut) mempromosikannya.

Terkait dengan pengembangan destinasi wisata tersebut, Kadisbudpar Sumut Ria Novida Telaumbenua menyampaikan bahwa dirinya mengapresiasi Kementerian Pariwisata yang telah menoleh tempat tersebut sebagai destinasi pariwisata di kawasan Danau Toba. 

"Ya kita apresiasilah karena kementerian membantu kita. Karena kita tahu kan anggaran kita di Kabupaten/Kota itu kan terbatas sehingga kementerian juga ikut membantu karena memang mereka memberikan perhatian luar biasa sesuai dengan arahan bapak Presiden bahwa ini adalah destinasi prioritas di Indonesia. Jadi Danau Toba ini enggak bisa dikerjakan oleh kita sendirian," ujar Ria beberapa waktu yang lalu. 

"Kementerian juga membantu kita dari segala macam yang bisa mereka lakukan, jadi kita apresiasilah. Di Meat (maksudnya Pemandangan Singgolom) ini sangat cantik ya. Jadi dia punya keunikan sendiri. Dari sini, kita bisa melihat pemandangan Danau Toba. Kita harus bisa mengambil peluang apa yang bisa kita lakukan," sambungnya. 

Dengan demikian, upaya yang bisa dilakukan adalah menggaet wisatawan dengan meningkatkan promosi. 

"Sesuai dengan tupoksi, kami kan harus membawa wisata kemari. Kami harus mempromosikan ini luar biasa, harus kuat mempromosikannya bahwa di sisi Danau Toba ada loh yang bagus gitu. Soalnya sisi Danau Toba ini kan banyak yang cantik. Di sini, ada sisi yang bagus, sampai didatangi Ratu Belanda kemarin. Nah, ini kan cantik sekali. Kalau kita lihat situasi dan kondisi sekarang, kita harus melihat apa yang kurang di sini kalau wisatawan datang," pungkasnya.(cr3/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved