Ayah Korban Pembacokan di Warnet Sunggal Minta Pelaku Segera Ditangkap
Marnik Silalahi mengungkapkan, anaknya harus menderita akibat luka tebasan parang yang dialami dan meminta pelaku membayarkan ganti rugi.
Penulis: Victory Arrival Hutauruk | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Ayah korban TS (18) meminta pelaku pembacokan sadis anaknya di Warnet Logos Jalan Medan-Binjai, KM 10,8, Sunggal, segera ditangkap.
Marnik Silalahi mengungkapkan, anaknya harus menderita akibat luka tebasan parang yang dialami dan meminta pelaku membayarkan ganti rugi.
Dirinya juga meminta pihak kepolisian segera menangkap pelaku untuk mempertanggungjawabkan perbuatan sadis kepada anaknya
"Saya mengharap ganti rugi dan segera menangkap pelaku yang bernama Piala Pardede. Saya pun tidak terima dan saya sudah membuat laporan kepada Polisi Sunggal. Diterima laporannya karena ada bukti," ungkapnya di rumahnya di Desa Paya Geli Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, Selasa (16/2/2021).
Marnik menyebutkan bahwa anaknya saat ini masih bersekolah dan akhirnya terkendala karena luka yang dialaminya.
"Anak saya sedang sekolah daring dan terkendala," beber Marnik.
Dirinya menyebutkan, pelaku tersebut memang sering membuat onar di kampung tersebut.
"Sama pelaku kenal nama saja. Saya kurang tahu persis tapi dengar cerita orang memang suka berbuat onar di sini. Dia termasuk preman kampung," bebernya.
Saat ditemui di rumahnya di Desa Paya Geli Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, korban TS tampak terbaring lemas di rumahnya.
Wajah korban tampak lesu dan terlihat bekas jahitan luka di bagian kepala korban, di kepala bagian belakang dan leher di bagian kepala.
TS menceritakan awal mula dirinya dibacok oleh pelaku bernama Piala Pardede warga Jalan Pardede Gang Uncu.
"Awalnya karena disuruh beli kopi, nggak terima dia, dibacoknya. Bercekcok mulutlah pertama, kok kek gini kopinya," ungkapnya dengan suara terbata-bata, Senin (15/2/2021).
TS menyebutkan, setelah kejadian itu pelaku Piala langsung menyerang korban dengan parang yang ada di saku belakangnya.
"Terus saya lawan. Nggak lama dia datang nyamperin saya nyerang gitu, saya bersiaga saya tangkis. Habis itu diambil parang dibelakangnya," beber TS.
Pelajar yang masih duduk di kelas X tersebut mengatakan, dirinya diserang secara membabi buta dan mengenai kepala serta lehernya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ayah-korban-pembacokan1.jpg)