Breaking News:

Kekhawatiran Direktur, Bila Perumda Tirtauli Merugi, Perusahaan Ditarik Pemprov Sumut

Berliana mengatakan saat ini pihaknya harus merawat pipa distribusi air ke seantero Siantar, yang total panjangnya mencapai 748 ribu meter.

TRIBUN MEDAN/ALIJA
DIREKTUR Umum Perumda Tirta Uli, Berliana Napitu (tengah). 

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Direktur Umum Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Uli, Berliana Napitu mengaku khawatir bila nasib perusahaan plat merah Pemko Pematangsiantar itu merugi ke depan.

Sebab ada aturan yang menyatakan, bila Perumda merugi, maka akan ditarik oleh Pemerintah Provinsi. 

Di Kantor Camat Siantar Sitalasari, Kamis (18/2/2021) siang, Berliana mengatakan saat ini pihaknya harus merawat pipa distribusi air ke seantero Siantar, yang total panjangnya mencapai 748 ribu meter.

Perawatannya pun membutuhkan biaya yang tak sedikit.

Belum lagi, ujar Berliana, Perumda Tirta Uli harus menguji secara berkala kandungan air ke Laboratorium Sucofindo, agar aman dinikmati pelanggan masyarakat.

"Ada 748 ribu meter pipa distribusi. Itu yang harus dirawat. Di Sitalasari pelanggan ada 6000-an. Kalau salah satu pecah, itu pelayanan tidak secepat itu pemulihan," ujar Berliana.

Berliana meminta masyarakat (pelanggan) dapat memaklumi langkah Perumda Tirta Uli, yang akan menetapkan beban tetap mulai Maret 2021 mendatang. Semua ini dilakukan agar perusahaan tetap eksis dan tetap milik Pemko Siantar.

"Beban tetap untuk menjaga sumber mata air. Bagaimana pelayanan kepada masyarakat bisa kami maksimalkan. Kita juga merawat Sumut bor yang ada di Siantar sebanyak 20 buah. Sekali sebulan kita melakukan penelitian," tambah Berliana.

Berliana mengatakan, aturan Permendagri Nomor 21 tahun 2020 menjadi atensi Perumda Tirta Uli bila tetap ingin ada di Siantar.

Ada beberapa hal penting yang perlu diketahui dari aturan Permendagri yang baru ini yaitu, gubernur mewajibkan pemberian subsidi dari APBD kabupaten dan kota apabila bupati/walikota menetapkan tarif di bawah pemulihan biaya penuh (full cost recovery).

Kemudian bila terus merugi, perusahaan air minum di daerah akan diambil pengelolaannya oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

"Mana kala Permendagri 21 tahun 2020 ditetapkan ke kita, tarif air akan ditetapkan oleh Gubernur. Maka ini cara bagaimana agar Perumda Tirta Uli bisa full cost recovery dan tidak berada di provinsi. Karena bila perusahaan air tidak sehat, perusahaan bisa ditarik gubernur atau digabung dengan PDAM Tirta Nadi," jelas Berliana.

Berliana meminta masyarakat dapat memahami kondisi Perumda Tirta Uli. Langkah menetapkan beban tetap sebenarnya mencontoh PT PLN Persero untuk menjaga perusahaan tetap berdiri. 

"Beban tetap ini sudah dipakai oleh PLN. Ada di sana namanya abonemen. Inilah yang kita lihat bisa diterapkan agar Perumda Tirta Uli bisa tetap eksis," tutupnya.(alj/tribun-medan.com)

Penulis: Alija Magribi
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved