CHINA BUNYIKAN LONCENG PERINGATAN PERANG DI LAUT CHINA SELATAN - Sekutu Amerika Serikat, Jerman Ikuti Langkah Inggris Kepung Tiongkok dengan Kirim Kapal Fregat ke Laut China Selatan.
Hal Itu terjadi setelah kapal perang Angkatan Laut AS berlayar di pulau-pulau yang diklaim oleh China di Laut China Selatan dalam sepekan ini.
TRIBUN-MEDAN.COM - Presiden Amerika Serikat Joe Biden mendapatkan peringatan dari panel ahli kebijakan luar negeri, bahwa perang di Laut China Selatan atas Taiwan antara Washington dan Beijing sangat mungkin terjadi dalam waktu dekat ini.
Express.co.ukmemberitakan, sebuah laporan dari lembaga think tankCouncil on Foreign Relations(CFR) mengatakan kepada Biden bahwa "krisis parah" di Laut China Selatan dapat terjadi pada tahun ini.
Kondisi ini menunjukkan tindakan China yang semakin agresif terhadap Taiwan yang mengarah ke "titik nyala berbahaya" bagi AS.
Survei Prioritas Preventif tahunan CFR telah menyoroti potensi risiko perang di Taiwan yang telah meningkat menjadi "konflik tingkat atas".
MengutipExpress.co.uk,para ahli yang berkontribusi untuk laporan tersebut mengatakan Taiwan khususnya tengah berkembang menjadi titik nyala paling berbahaya di dunia untuk kemungkinan perang yang melibatkan Amerika Serikat, China, dan mungkin kekuatan besar lainnya yang melibatkan negara-negara lain di dunia.
Dalam upaya untuk mencegah potensi konflik, Jo Biden telah didesak untuk mengubah dan mengklarifikasi strategi Indo-Pasifiknya.
"Tujuan strategis AS mengenai Taiwan harus ditujukan untuk mempertahankan otonomi politik dan ekonominya, dinamismenya sebagai masyarakat bebas, dan pencegahan sekutu AS - tanpa memicu serangan China ke Taiwan," demikian bunyi laporan CFR.
Taiwan Persenjatai Kapal Coast Guardnya dengan Rudal untuk Bersiap Siaga Tenggelamkan Armada China (Taipei Times)
Akan merebut paksa Taiwan
Beijing menganggap Taiwan sebagai provinsi yang memisahkan diri yang harus bersatu kembali dengan China, dan mengancam akan merebut negara itu dengan paksa.
Pada bulan Januari, China meningkatkan latihan militer di dekat Taiwan, dengan melakukan serangan berulang kali ke wilayah udara negara tersebut.
Lusinan pesawat pengebom dan jet tempur dikerahkan di atas Selat Taiwan. “Kami dengan serius memberi tahu pasukan kemerdekaan Taiwan: mereka yang bermain api akan membakar diri mereka sendiri, dan kemerdekaan Taiwan berarti perang," jelas Wu Qian, juru bicara Kementerian Pertahanan China seperti yang dikutipExpress.co.uk.
Kegiatan militer yang dilakukan oleh Tentara Pembebasan Rakyat China di Selat Taiwan merupakan tindakan yang diperlukan untuk mengatasi situasi keamanan saat ini di Selat Taiwan dan untuk menjaga kedaulatan dan keamanan nasional.
"Mereka adalah tanggapan serius atas campur tangan eksternal dan provokasi oleh pasukan kemerdekaan Taiwan," tambah Wu Qian.
Melanjutkan pendekatan mantan Presiden Donald Trump ke wilayah tersebut, Biden telah menyatakan bahwa dia mendukung kemerdekaan Taiwan dari China.