Breaking News:

Kecelakaan di Pabatu

Korban Kecelakaan di Pabatu, Rahmadi Tak Punya Tanda Bakal Kehilangan Dua Anaknya

Kedua anaknya menjadi korban kecelakaan maut mobil Avanza kontra Bus Intra di Jalan Lintas Pabatu-Tebingtinggi pada Minggu (21/2/2021)

TRIBUN MEDAN/M FADLI TARADIFA
AYAH korban kecelakaan lalu lintas bus di Pabatu, Rahmadi. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pandangan kosong terlihat dari sosok pria yang menggunakan baju Koko berwarna cokelat dan menggunakan lobe berwarna putih. Dia adalah Rahmadi (55), ayah dari dua korban kecelakaan lalu linta di Pabatu, Minggu (21/2/2021). 

Dirinya yang duduk di kursi plastik berwarna biru dan sesekali menghapus air matanya.

Dirinya harus mengikhlaskan dua dari tiga anaknya pergi untuk selamanya.

Kedua anaknya yakni almarhum Fahrul Hanafi (22) dan Arzita Haulani (18), menjadi korban kecelakaan maut mobil Avanza kontra Bus Intra di Jalan Lintas Pabatu-Tebingtinggi pada Minggu (21/2/2021) kemarin.

Kecelakaan ini juga menewaskan tujuh rekan remaja masjid lainnya.

Rombongan Fahrul bertujuan menghadiri undangan pernikahan di Siantar dan dikabarkan sempat ke tempat wisata di Damanik. 

Rahmadi (55) yang ditemui di kediamannya mengatakan, kedua anaknya berangkat ke Pematangsiantar dengan suasana ceria dan tidak ada tanda-tanda khusus. 

"Cerita-cerita aja sebelum berangkat. Makanya pas pigi (pergi) pun, pelukan, salaman. Nggak ada tanda-tanda," ujarnya.

Namun, dirinya tak menyangka, pelukan dan salaman itu bakalan yang terakhir dirasakan pria paruh baya ini. 

Keberangkatan kedua anaknya bersama tujuh teman sekampungnya ke Pematangsiantar untuk menghadiri pernikahan temannya. 

"Pergi undangan teman anak remaja mesjid ini. Jadi dapat orang Siantar, orang ini ke sana," ungkap. 

Perasaan kehilangan dua anaknya tidak memiliki tanda-tanda yang mencolok, lantaran Rahmadi sempat berkomunikasi terakhir kali dengan anaknya pada pukul 20.00 WIB. 

Dengan suara lembut ia mengatakan, saat itu, mereka sedang berada di kawasan Sidamanik. 

"Tidak berapa lama, saya menerima informasi dari teman korban bahwa anak saya mengalami kecelakaan. Saya langsung hubungi ke nomor anak saya, yang angkat sudah polisi," katanya.

"Bapak langsung aja kemari karena ini sembilan orang meninggal di RS Bhayangkara Medan," sambungnya menirukan suara petugas kepolisian yang berbicara melalui telpon genggam anaknya. 

Rahmadi tak menyangka, bahwa dirinya harus kehilangan dua anaknya sekaligus. 

"Ini anak kedua dan ketiga. Yang pertama lagi tugas," bebernya. 

Di rumah duka sendiri masih dipadati oleh para pelayat.

Sementara informasi yang dihimpun, jenazah Fahrul Hanafi beserta adiknya dan tiga rekannya disalatkan dan dikebumikan sehabis waktu salat ashar.(mft/tribun-medan.com/tribunmedan.id)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved