Oknum Polisi Pembunuh Dua Gadis
Anaknya Jadi Korban Pembunuhan, Sang Ayah Ungkap Riska Dikenal Sosok yang Mandiri
Alan menjelaskan bahwa putrinya bekerja di Polres Pelabuhan Belawan berawal saat praktek kerja lapangan (PKL) yang ditugaskan dari sekolahnya.
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Duka mendalam dirasakan keluarga Riska Fitria (21) yang merupakan korban pembunuhan dan jasadnya dibuang di Kabupaten Sergai.
Riska Fitria yang sehari-hari bekerja sebagai tenaga honorer di Polres Pelabuhan Belawan ini dikenal sebagai sosok yang mandiri.
Hal tersebut dikatakan sang ayah, Alan Sutopo (50) warga Jalan Lorong VI Veteran, Lingkungan X Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan, saat ditemui di kediamannya, Kamis (25/2/2021).
Alan menuturkan bahwa anak ke tiga dari enam bersaudara ini dikenal sosok yang baik dan mandiri.
"Anak saya ini tidak pernah mau mengeluh. Bahkan membeli selalu membeli sendiri dengan uang hasil kerjanya. Kalau ia kepingin beli baju, ia selalu membelinya sendiri. Ia juga peduli kali sama kami," kata pria berambut lurus ini.
Meski mencoba tegar, pria berkulit sawo matang ini terlihat matanya berkaca-kaca.
Sesekali ia menundukkan kepalanya dan mengelap matanya dengan jemari tangan kanannya.
Alan menjelaskan bahwa putrinya bekerja di Polres Pelabuhan Belawan berawal saat praktek kerja lapangan (PKL) yang ditugaskan dari sekolahnya.
"Awalnya ia kerja praktek di sana (Polres Pelabuhan Belawan). Namun, setelah tamat, ia diminta bantu-bantu di Polres sebagai tenaga honor," ujarnya.
Lanjut Alan, anaknya sempat berhenti sebagai tenaga honorer di Polres Pelabuhan Belawan, namun, lima bulan terakhir kembali dipanggil kerja.
"Sempat berhenti. Namun lima bulan terakhir ia kerja di sana lagi. Kami sudah percaya karena anak kami bekerja di polres Belawan. Karena kami anggap lingkungan aman," ungkapnya.
Dirinya tak menyangka anaknya dibunuh dengan cara tragis dan dibuang di Kabupaten Sergai.
"Apa salah anak kami. Anak kami ini baik orangnya. Ia tidak pernah berbuat masalah," sebutnya.
Alan juga menjelaskan bahwa keluarganya pagi tadi dipanggil pihak Polres Sergai untuk dimintai keterangan.
"Kami baru pulang dari Polres Sergai. Pagi tadi berangkat ke sana. Kami dimintai keterangan lebih lanjut," katanya.
Pantauan Tribun-Medan.com, kediaman korban, masih dipadati sanak familinya.
Suasana duka masih terlihat di wajah keluarga Riska.
Tidak hanya itu, tangisan dari Ani Kusmirawan yang merupakan ibu kandung korban beberapa kali terdengar.
Bahkan Ani sempat beberapa kali bersujud syukur setelah membaca berita bahwa pelaku pembunuhan anaknya ditangkap.
"Alhamdulillah, Alhamdulillah. Terimakasih ya Allah. Mamak janji tidak akan nangis lagi," ucap Ani dalam sujudnya.
Keluarga Riska pun mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang terus membantu pengungkapan kasus yang menimpa putri semata wayangnya itu.
"Kami atas nama keluarga, mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang tidak henti-hentinya bekerja agar kasus ini bisa terungkap," kata Alan Sutopo.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, mayat wanita ditemukan di pinggir Jalan Lintas Sumatera (Jalisum) Lingkungan Pasiran, Kelurahan Simpang Tiga Pekan, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) pada Senin (22/2/2021) sekira pukul 01.50 WIB lalu.
Kemudian, sesosok mayat perempuan tanpa identitas ditemukan petugas kebersihan Kecamatan Medan Barat, Jalan Budi Kemasyarakatan Lingkungan 24, Kelurahan Pulo Brayan Kota, Kecamatan Medan Barat, Senin (22/2/21) pagi.
Terkait penemuan itu, Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi menyebutkan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait temuan kedua jasad wanita yang diperkirakan berusia 20-an tersebut.
Dia mengaku, setelah dilakukan penyelidikan terkait temuan mayat yang di Jalan Pesiran Simpang Tiga Perbaungan Sergai, pihak kepolisian sudah mengetahui identitas jasad tersebut.
"Identitas mayat Mrs X telah diketahui yaitu Riska Pitria, usia 21 tahun, alamat Lorong VI Veteran Bagan Kelurahan Bagan Deli Kecamatan Medan Belawan Kota Medan," terangnya.
Dari hasil penyelidikan sementara, sebelum ditemukan meninggal dunia, Riska pergi bersama temannya wanita.
Teman wanitanya itu diketahui meninggal dunia yang ditemukan di wilayah hukum Polsek Medan Barat, tepatnya di Jalan Budi Kemasyarakatan Lingkungan 24, Kelurahan Pulo Brayan Kota, Kecamatan Medan Barat.
"Korban sebelum meninggal bepergian dengan temannya yang berjenis kelamin perempuan. Temannya diketahui juga meninggal yang ditemukan di wilkum Polsek Medan Barat," kata Hadi.(mft/tribun-medan.com/tribunmedan.id)