Perawatan Lebih Murah dan Mudah, Petani Jeruk di Karo Pilih Beralih Budidaya Buah Naga
Dari sisi biaya juga lebih murah. Biaya perawatannya satu pokok buah naga hanya Rp 25 ribu per batang. Sedangkan jeruk bisa Rp 50 ribu per batang.
Penulis: Septrina Ayu Simanjorang | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Beberapa tahun terakhir petani di Desa Tiga Pancur, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, Sumatera Utara sudah beralih membudidayakan buah naga dari yang dulunya menanam jeruk.
Perawatan yang lebih mudah dan murah dengan keuntungan yang lebih tinggi membuat petani di desa ini mantap beralih.
Salah satunya Eddy Sitepu, selama 2,5 tahun terakhir ia menanam buah naga. Kini ia mempunyai 8000 meter lahan di desa ini untuk menanam buah naga dimana setengahnya kini sudah menghasilkan buah.
"Di lahan 4000 meter kita tanam di awal, jadi sekarang sudah berbuah dan sudan beberapa kali panen. Sisanya belum pernah berbuah sama sekali," kata Eddy kepada Tribun-Medan.com, Rabu (24/2/2021) malam.
Pria 30 tahun ini mengatakan, buah naga sudah bisa dipanen saat berusia satu tahun. Panen bisa dilakukan tiga kali dalam setahun.
"Lahan ini dulunya kita tanam jeruk. Tapi sekarang jeruk sudah tidak bisa lagi bagus. Banyak virusnya, lalat buah juga dan ada juga jamur merah," katanya.
Edy mengatakan dari sisi perawatan, buah naga jauh lebih praktis. Pupuk yang digunakan juga lebih sedikit. Bila jeruk harus disemprot pestisida lima hingga 10 hari sekali, buah naga maksimal hanya tiga kali sebulan.
"Dari sisi biaya juga lebih murah. Rata-rata biaya perawatannya satu pokok buah naga hanya Rp 25 ribu per batang. Sedangkan jeruk bisa Rp 50 ribu hingga Rp 60 ribu per batangnya," terangnya.
Jika cuaca bagus buah naga ini bisa berbuah semakin banyak. Kondisi tanah harus stabil antara kering dan lembabnya. Untuk itu jika musim kemarau, Eddy harus menyemprotkan tanaman dengan air di malam hari.
"Lalu saat merangsang bunga kita harus hidupkan lampu pijar selama satu bulan supaya hangat dan buahnya berhasil. Memang buah ini umumnya tumbuh di dataran rendah, itulah fungsinya lampu biar hangat," katanya
"Lampu ini kita pasang 10 untuk satu baris tanaman yang dinyalakan mulai pukul 7 malam hingga 4 pagi. Kalau usianya sudah lima tahun, satu batang harus disinari satu lampu," lanjutnya.
Jika cuaca dan perawatannya bagus, dalam satu kali panen bisa dapat 5 ton buah naga. Satu batang buah naga bisa mengahasilkan 60 kilogram buah.
"Pokoknya ini juga akan bertahan sangat lama. Jadi selama enggak terkena virus, dia akan hidup terus. Kalau dihitung-hitung keuntungannya bisa lima kali lipat dari pada budidaya jeruk," katanya.
Eddy mengatakan ide menanam buah naga ini ia dapat dari Banyuwangi, Jawa Timur. Ia bahkan menetap selama satu tahun untuk mempelajari cara bercocok tanam buah ini.
"Prosesnya pertama kita tanam dulu pohon, lalu tanam buah naganya. Pohon ini berfungsi sebagai penyangga. Untuk bibitnya kita ambil dari Banyuwangi juga. Kita sudah pernah coba bibitkan tapi tumbuhnya justru seperti kaktus atau malah gak berbuah," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/buah-naga1.jpg)