Tips Merawat Bunga Aglonema yang Terkena Jamur
Fenomena koleksi bunga sempat menjadi trending di kalangan masyarakat saat pandemi dengan berlomba mengoleksi bunga yang paling digandrungi
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Fenomena koleksi bunga sempat menjadi trending di kalangan masyarakat saat pandemi dengan berlomba mengoleksi bunga yang paling digandrungi diantaranya Aglonema, dan Monstera.
Windarli, pemilik Windarli Flower yang berada di sekitaran Universitas Negeri Medan ini mengungkapkan bahwa pada tahun 2020 menjadi surganya para penjual bunga yang sering kehabisan stok jenis Aglonema.
"Yang paling laris itu jenis Big Roy karena harganya tidak begitu mahal itu mulai dari Rp 12 ribu, Rp 15 ribu, Rp 35 ribu. Kalau yang sudah di pot harganya Rp 75 ribu, lebih mahal memang karena media tanamnya sudah lengkap semua," ungkap Dar kepada tribun-medan.com, Senin (1/3/2021).
Adapun tumbuhan yang perlu memerlukan perawatan cukup ekstra diantaranya Aglonema import, seperti dari Thailand yaitu Aglonema Suksom Jaipong yang memiliki harga berkisar Rp 300-350 ribu, Aglonema Anjamani Rp 250 ribu-300 ribu, dan Aglonema Stardust Rp 200 ribu.
Tak pelit ilmu, Dar juga berbagi tips mendeteksi bunga Aglonema yang sehat atau tidak. Dikatakannya, bunga Aglonema yang sehat dapat dilihat dari daun.
"Aglonema yang sehat itu daunnya besar dan tegak ke atas apalagi kalau dikasih pengkilat daun lebih cantik kilat dia. Kalau daunnya kurang sehat dia tidak bisa tegak seperti tertidur (letoy)," ujarnya.
Terkait daun Aglonema yang tampak layu, Dar memprediksi hal tersebut diakibatkan oleh jamur. Adapun tandanya dapat dilihat dari sela-sela batang yang menghitam ataupun memutih yang tak wajar.
Untuk itu, ia menyarankan agar pemilik tanaman mengganti media tanah dan mencuci tanaman dengan Antracol (obat untuk jamur tanaman).
"Kalau dia sudah tertidur atau letoy itu kita harus cari penyebabnya. Kalau sudah terjadi seperti itu bisa jadi media tanahnya sudah berjamur. Kalau sudah seperti itu harus kita bongkar dan kita cuci pakai antracol (obat untuk jamur tanaman). Kalau sudah kena jamur pasti layu dan nanti lama-lama batangnya itu habis," jelasnya.
Setelah tanaman tersebut dicuci menggunakan Antracol, Dar membeberkan bahwa tanaman akan kembali bertunas dalam waktu dua Minggu.
Adapun media tanam yang baik untuk aglonema diantaranya tanah, sekam bakar, sekam mentah, kompos. Dar menuturkan bahwa pupuk yang bagus untuk tumbuhan Aglonema dapat menggunakan pupuk cair ataupun padat seperti pupuk B1 seharga Rp 30ribu-35 ribu.
Dar juga mengatakan bahwa menambahkan cocopeat (media tanam yang terbuat dari sabut kelapa) pada tanaman juga baik untuk merawat kesehatan tanaman tersebut.
Hal ini lantaran cocopeat dapat menyerap air yang dapat menjadi stok air tumbuhan karena pada dasarnya Aglonema cukup disiram dua hari sekali agar tidak menimbulkan jamur.
"Perlu juga kalau ada cocopeat. Karena Aglonema ini tidak boleh banyak siram. Dua hari cukup untuk merawat Aglonema ini. Kalau sudah ada cocopeat, dia akan menyimpan air. Sementara kalau banyak sekali air malah bisa mengundang jamur berkembang," tuturnya.
Sama seperti tumbuhan pada umumnya, Aglonema juga butuh penyinaran sinar matahari. Dar menjelaskan bahwa waktu paling baik untuk menjemur tanaman di rentang pukul 8-11 pagi setiap harinya.
"Aglonema harus kena sinar matahari minimal dua sampai tiga jam dari pukul 8-11 pagi. Karena dia juga butuh fotosintesis kan seperti kulit kita juga. Kalau di atas jam 12 kalau bisa jangan panas kali karena tumbuhan ini tidak bisa terkena panas menyengat. Tapi tumbuhan ini wajib kena panas juga," pungkasnya.
(cr13/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/tips-perawatan-tanaman-aglonema.jpg)