Jalan Sakura yang Rusak Parah Ancam Keselamatan Pengendara, Warga Minta Pemerintah Lakukan Perbaikan
Warga keluhkan kondisi Jalan Sakura yang rusak parah dan minta pemerintah segera lakukan perbaikan
TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN-Sejumlah warga mengeluhkan kondisi Jalan Bunga Sakura di Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan.
Pasalnya, jalan tersebut rusak parah dan mengancam keselamatan pengguna jalan.
Amatan www.tribun-medan.com di lokasi, aspal yang rusak hampir memenuhi ruas jalan yang berada di depan Pasar Melati.
Baca juga: Jalan Rusak Ditargetkan Selesai Dua Tahun, Dinas PU Medan Minta Bantuan Pemprovsu dan Kementrian
Seorang warga sekitar, Ardhina mengatakan bahwa ruas jalan ini mulai rusak semenjak akhir tahun 2019.
Kerusakan ini, kata dia, dari hanya lubang kecil dan semakin parah karena tidak diperbaiki.
"Kalau tidak salah dari akhir tahun lalu. Yang di depan sana itu kemarin sudah diaspal. Yang di sisi sini karena belum rusak jadi tidak diaspal, tapi rupanya rusak nya semakin parah," ungkapnya kepada tribun-medan.com, Jumat (5/3/2021).
Dina menuturkan kemacetan sering terjadi akibat jalan rusak dan berlubang ini.
Terlebih, kata dia, jika pasar sudah buka dan banyak yang mulai berbelanja.
Baca juga: Usai Aksi Viral Mandi Lumpur Sudirman Marpaung di Jalan Rusak, Begini Kondisi Jalannya Sekarang
"Sering lah macet, apalagi kalau hujan kan jadinya becek. Biasanya di sini macet sore menjelang malam. Saat orang banyak yang belanja ke pasar," katanya.
Seorang warga lainnya, Indri mengeluh lantaran jika melewati jalan sering terhambat karena kemacetan yang terjadi.
"Sering kali macet, karena rusak nya sudah para kali. Maunya diperbaiki lah," ungkapnya.
Mahasiswa yang lokasi kos-kosan nya tak jauh dari Jalan Bunga Sakura ini mengaku sering terjebak lubang yang ada di lokasi aspal rusak ini.
Baca juga: Jalan Rusak Menewaskan Warga, Tengkorak Kepala Korban Pecah
"Kalau lewat jalan rusak begini susah ya, karena harus pelan-pelan dan gantian sama pengendara lain. Nah kalau lagi ramai ya otomatis terjadi macet. Harapan nya kepada yang berwenang mohon diperbaiki lah," ungkapnya.
Ia menuturkan, tidak hanya jalan rusak, namun ruas jalan juga digunakan sebagai lapak parkir mobil dan parkir sepeda motor.
Di mana, kata dia, kerap menyebabkan kemacetan yang cukup parah.
"Karena ruas jalannya enggak lebar ya, yang harusnya untuk jalan dua mobil, ini setengahnya dipakai untuk parkir. Jadi mobil enggak bisa lewat. Kalau lewat pun harus menunggu. Belum lagi orang yang belanja berlalu-lalang," katanya.
Ia juga menyampaikan suasana riuh dan sempit setiap sore hari jika melewati Pajak Melati.
Belum lagi, kata dia, ruas jalan yang tidak rata kerap menghambat pengendara untuk lewat.
Baca juga: Rektor USU Minta Bupati Deliserdang Perbaiki Jalan Rusak di Kawasan Kwala Bekala
"Pokoknya kalau sore di sini sudah pasti sumpek, yang mau berbelanja dan mau lewat semua bercampur. Belum lagi jalan yang enggak rata," tuturnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan, Zulfansyah Ali Syahputra mengatakan dalam perbaikan jalan pihaknya telah menentukan zona prioritas.
Namun, Zulfansyah tidak menyebutkan apakah Jalan Bunga Sakura menjadi prioritas atau tidak.
"Iya benar, kita telah melakukan pemetaan skala prioritas. Tapi saya tidak ingat secara keseluruhan jalan yang akan menjadi prioritas pada tahun 2021 ini," kata Zulfansyah kepada www.tribun-medan.com, Jumat.
Ia menuturkan, terdapat beberapa jalan yang akan diperbaiki dalam waktu dekat yakni Jalan Pancing I Kelurahan Martubung Kecamatan Medan Labuhan, Jalan Amal Kelurahan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal, Jalan Perjuangan Kelurahan Tegal Rejo Kecamatan Medan Sunggal dan beberapa ruas jalan lainnya.
Baca juga: Jalan Rusak di Kecamatan Bajenis Hambat Suplai Hasil Pertanian, Warga Berharap Adanya Perbaikan
"Tapi jalan-jalan yang prioritas diperbaiki adalah, Jalan Pancing 1, Jalan Amal, Jalan Perjuangan Tegal Rejo, Jalan Islamic Centre, dan beberapa jalan lainnya," terangnya.
Dikatakan Zul, Jalan Pancing I menjadi prioritas utama dengan total anggaran mencapai 7,8 miliar. Sementara beberapa ruas jalan lainnya kemungkinan akan dilakukan pecing atau penambalan.
"Ya, pasti kita ingin segera masalah jalan rusak ini selesai. Tapi kan kita butuh prioritas supaya bisa tercapai secara bertahap," ungkapnya.
Zulfansyah mengatakan pihaknya akan memaksimalkan dana sebesar kurang lebih Rp 110 Miliar untuk perbaikan dan perawatan jalan di Kota Medan.
"Itu untuk tahun 2021. Target kita kan 2 tahun sudah selesai. Harapannya 2022 kita bisa lebih maksimal lagi," katanya.(cr14/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/jalan-sakura-rusak-parah.jpg)