Dibalik Nama Gundaling, Ternyata Tersimpan Cerita Sedih dari Seorang Tentara dan Penyebar Agama
Dibalik penamaan objek wisata Gundaling di Berastagi, ternyata tersirat kisah sedih dari seorang tentara
TRIBUN-MEDAN.com,BERASTAGI-Warga Sumatera Utara pasti sudah tidak asing lagi dengan objek wisata Gundaling di Berastagi, Kabupaten Karo.
Salah satu tempat rekreasi untuk menikmati pemandangan alam yang indah ini ternyata menyimpan kisah sedih dibalik penamaannya.
Beragam versi arti nama Gundaling menyebar di masyarakat Karo secara turun temurun.
Namun nama Gundaling sendiri dipercaya sudah ada sejak zaman sebelum Indonesia merdeka.
Ada beberapa kisah yang menceritakan tentang asal muasal nama Gundaling sendiri.
Tapi kisah yang paling populer yakni cerita tentang cinta perempuan lokal dan orang asing yang tidak direstui.
Seorang warga Berastagi, Cindy Br Tarigan (28) mengatakan ia pribadi mengetahui asal muasal nama Gundaling dari kisah seorang gadis Karo yang memadu cinta dengan lelaki asing penyebar agama, namun tidak direstui oleh keluarga si wanita.
"Aku pernah dengar dua versi, pertama yang paling populer itu cerita tentang kisah cinta yang tidak direstui. Kedua tentang seorang tentara asing yang kehilangan senjata kesayangannya sampai mencari ke lokasi di Gundaling, tapi tetap tidak ketemu, dan akhirnya dia menulis Gun Darlring di bukit Gundaling. Tapi karena pengucapan sulit, jadi disingkatlah sama warga sekitar jadi Gundaling," katanya, kepada www.tribun-medan.com, Sabtu (6/3/2021).
Baca juga: Puncak Bukit Galau di Tepi Sungai Asahan, Sajikan Pemandangan yang Memukau
Meski demikian, kata Cindy, kisah asal muasal nama Gundaling paling populer di masyarakat, memang tentang dua sejoli yang tidak direstui hubungannya.
Cerita itu pun banyak dipercayai masyarakat sekitar sebagai asal muasal nama Gundaling.
"Kalau cerita pastinya yang mana yang benar kurang tau, tapi yang paling populer itu ya cerita kisah cinta yang tidak direstui itu. Itu aku dengar ceritanya sudah sejak SD dulu, dari mulut ke mulut, orang tua, saudara-saudara juga orang sini banyak yang tau cerita itu. Ku rasa hampir semua warga Karo pasti taulah, tapi kalau yang tentang senjata itu aku baca-baca di artikel," katanya.
Baca juga: Memandang Keindahan Danau Toba dari Bukit Singgolom
Benar saja, dilansir dari situs Dinas Kebudayaan dan Parawisata Sumatera menuliskan, terbentuknya nama Bukit Gundaling terjadi pada masa sebelum Indonesia merdeka.
Dikisahkan bahwa pada zaman dahulu ada seorang pemuda berkebangsaan Inggris, yang tinggal di daerah Berastagi sebagai penyebar agama nasrani.
Suatu hari ketika berjalan-jalan di sebuah bukit, ia bertemu dengan seorang gadis yang merupakan penduduk asli Karo.
Gadis itu memiliki paras yang cantik, serta tutur bahasa yang sopan dan lembut, sehingga membuat sang pemuda terpana.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/keramaian-wisatawan-berswafoto-di-puncak-gundaling.jpg)