Breaking News

Terkini KLB Demokrat di Medan

Kubu Moeldoko Dituding Gerakkan Massa Ormas Serang Kader DPD Demokrat Sumut, Herri Akan Lapor Polisi

Ketua DPD Demokrat Sumut Herri Zulkarnain menuding kubu Moeldoko kerahkan massa ormas serang anggotanya saat berada di SPBU

Penulis: Arjuna Bakkara | Editor: Array A Argus
Tribun Medan
Ketua DPD Partai Demokrat Sumut Herri Zulkarnain usai apel siaga di kantor Partai Demokrat Sumut Jalan Gatot Subroto Medan, Jumat (5/3/2021) 

Kubu Moeldoko Dituding Gerakkan Massa Ormas Serang Kader DPD Demokrat Sumut, Herri Akan Lapor Polisi

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN-Ketua DPD Demokrat Sumut Herri Zulkarnain masih geram dengan Kongres Luar Biasa (KLB) yang diadakan kubu Jhonny Allen Marbun di The Hil and Resort Sibolangit.

Apalagi, saat kelompok Herri Zulkarnain datang ke Sibolangit, mereka diserang sekelompok orang ketika berada di SPBU Desa Sukamakmur, Kilometer 54 Sibolangit.

Berdasarkan informasi yang disampaikan Herri Zulkarnain, kubu Moeldoko menggerakkan massa ormas untuk menyerang mereka.

"Kami sangat sesali peristiwa kemarin. Kami pengawas Demokrat itu berhadapan dengan massa ormas yang kita ketahui bersama ini adalah pasukan-pasukan yang dibayar oleh KLB illegal," kata Herri Zulkarnain di Medan, Sabtu (6/3/2021).

Dia mengatakan, tuduhan ini bukan tanpa dasar.

Semua orang yang berada di Sibolangit pada Jumat (5/3/2021) pasti melihat segerombolan massa ormas berseragam loreng yang ikut menyerang mereka.

Baca juga: Ketua DPD Demokrat Sumut Akan Melawan KLB Abal-abal, Meskipun Moeldoko Terpilih Jadi Ketua

Atas insiden penyerangan itu, Herri Zulkarnain bersama pengurus DPD Demokrat Sumut akan melaporkan para penyerang ke polisi.

"Kami berencana untuk segera membuat laporan," kata Herri Zulkarnain.

Dalam insiden penyerangan yang berujung bentrokan fisik itu, massa yang dibawa Herri Zulkarnain untuk membubarkan KLB bentukan Jhonny Allen Marbun mengalami luka-luka akibat dihantam menggunakan besi dan benda tumpul.

Baca juga: Kondisi Terkini KLB Partai Demokrat, KSP Moeldoko Disebut Pergi Tinggalkan Lokasi, Kok Bisa?

Tidak hanya itu, massa penyerang juga menginjak-injak kader Partai Demokrat Sumut yang berada di SPBU.

Sayangnya, aparat kepolisian justru mengatakan insiden tersebut hanya kesalahpahaman semata.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi bahkan mengatakan tidak ada korban jiwa dalam bentrokan fisik itu. 

Seorang wanita berkerudung biru tertangkap kamera membagi-bagikan uang kepada massa yang mengenakan kaus bergambar wajah Moeldoko di depan gerai waralaba kawasan Green Hill Sibolangit, Jumat (5/3/2021) malam. Tiap orang dikasih uang Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu.
Seorang wanita berkerudung biru tertangkap kamera membagi-bagikan uang kepada massa yang mengenakan kaus bergambar wajah Moeldoko di depan gerai waralaba kawasan Green Hill Sibolangit, Jumat (5/3/2021) malam. Tiap orang dikasih uang Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu. (TRIBUN MEDAN/ARJUNA)

"Kami mau aksi damai, dan kami resmi sebagai pemilik dari Partai Demokrat. Apalagi kader Demokrat, ini masalah marwah, tetapi kami dilayani pakai batu dan kayu-kayu sehingga ada yang terluka. Dan juga pihak yang berwajib membiarkan keadaan seperti yang kita ketahui bersama," kata Herri Zulkarnain.

Terkait KLB yang berujung pada pemilihan dan penunjukan Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat, Herri Zulkarnain dengan tegas menolak keputusan itu.

Kata Herri Zulkarnain, Ketua Umum Partai Demokrat masih Agus Harimurti Yudhoyono. 

Baca juga: Ada Bagi-bagi Uang Setelah Moeldoko Terpilih Jadi Ketum Demokrat Versi KLB, Massa Sampai Rebutan

Dia pun mengatakan kubu Moeldoko ini sempat bagi-bagi uang, pascapelaksanaan KLB.

Bahkan, Herri Zulkarnain menyebut massa bayaran yang tertangkap kamera sebagian besar masih dibawah umur.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved