CERITA Farhan Menyelam dan Berupaya Mengangkat Abdu dari Dasar Danau Toba, tapi Tak Sanggup
Abdu Pane (17), anak semata wayang pasangan Haji Azis Pane dan Dita, ditemukan di dasar Danau Toba sekitar 6 meter dari bibir pantai.
Penulis: Arjuna Bakkara | Editor: Juang Naibaho
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Seorang wisatawan asal Medan yang berlibur di Danau Toba kawasan Ajibata, Kabupaten Toba, tewas tenggelam pada Minggu (7/3/2021).
Abdu Pane (17), anak semata wayang pasangan Haji Azis Pane dan Dita, ditemukan di dasar Danau Toba sekitar 6 meter dari bibir pantai.
Amatan Tribun Medan di rumah duka, Gang Dulur No 27 F Lingkungan VIII, Kecamatan Medan Johor, Minggu malam, jenazah Abdu Pane masih disemayamkan.
Kepergian Abdu Pane menimbulkan luka mendalam bagi kerabat kelurga, terkhusus kedua orang tuanya, Azis Pane dan Dita.
Diwawancara Tribun-Medan.com, Azis menyebutkan anaknya tenggelam karena berenang tak pakai pelampung.
"Anakku tenggelam karena enggak pakai pelampung," ujar Azis, sambil mengatakan belum bisa banyak bicara karena masih dirundung duka.
Baca juga: KISAH PILU Liburan ke Danau Toba, Dita Tak Henti Ratapi Anak Semata Wayangnya yang Tewas Tenggelam
Baca juga: Kisah 7 Dukun Penantang Tuan Jonggi Di Pasir Silalahi Danau Toba, Berakhir Dalam Guci Sibiaksa
Ia menuturkan, liburan ke Danau Toba ini sudah lama mereka rencanakan bersama para tetangga di kompleknya.
Mereka pun berangkat ke lokasi wisata ternama di Sumut tersebut, pada Sabtu (6/3/2021).
Berselang satu hari, Azis dan istrinya pulang lebih dulu karena ada pesta kelurga yang harus dihadiri di Medan.
Sementara anak semata wayangnya tinggal untuk menikmati liburan bersama rombongan.
Farhan, rekan korban sejak kecil, bercerita peristiwa naas itu baru mereka sadari setelah adanya informasi orang tenggelam.
Saat itu, Farhan menaiki banana boat, berlanjut menikmati wahana lainnya, naik sampan.
Mendengar informasi adanya korban tenggelam dari anak-anak pencari koin, Farhan pun menepi.
"Terus aku menepi, kutanya siapa orangnya yang tenggelam. Kutanya kawan lain, bukan anggota kita katanya," ujar Farhan.
Lalu, dia memeriksa anggota rombongannya. Saat itu, Abdu tak kelihatan.
Farhan yang khawatir berupaya mencari. Ia menyelam pakai pelampung ke dasar Danau Toba.
Farhan mengaku melihat Abdu tenggelam di dasar Danau Toba.
Ia membuka pelampungnya dan terus menyelam mendekati Abdu yang tenggelam.
Namun, Farhan tak sanggup menyelam lebih dalam.
Sementara petugas Basarnas Danau Toba sudah tiba di lokasi.
Jasad Abdu akhirnya berhasil diangkat oleh petugas Basarnas.
"Dia nampak, tapi aku enggak sanggup aku. Basarnas terakhir yang ngambil dia," ujar Farhan.
Berenang 10 Meter
Sitanggang, warga Parapat yang dihubungi Tribun Medan mengatakan, korban awalnya berenang sekitar 10 meter dari bibir pantai Danau Toba.
"Dia berenangnya gak jauh, sekitar 10 meter dari bibir pantai. Tapi, entah gimana dia (korban) tidak kelihatan sekitar 20 menit," ujar Sitanggang.
Pada saat yang sama, di lokasi tersebut banyak bocah-bocah penyelam koin beraktivitas.
Para bocah penyelam itu pun terkejut begitu melihat ada jasad terlentang di dasar Danau Toba.
Sontak, bocah-bocah penyelam koin berhamburan menceritakan kepada masyarakat di sekitar pantai.
Selanjutnya warga sekitar langsung memberitahukan kepada Kepala Pos Polisi Ajibata Ipda S Siringoringo.
Kapospol Ajibata Ipda S Siringoringo meneruskan informasi tersebut Kepada Basarnas Danau Toba untuk melakukan pencarian di seputaran tenggelamnya korban.
Setelah melakukan pencarian selama 30 menit, Tim SAR Gabungan menemukan Muhammad Abduh Pane dalam kondisi tak bernyawa.
Abduh Pane ditemukan dari kedalaman enam meter dan kurang lebih 6 meter dari bibir pantai.
Korban langsung dievakuasi ke rumah sakit umum Parapat.
(Jun-tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/farhan-rekan-korban-tenggelam-di-danau-toba.jpg)