Breaking News:

News Video

100 Hari Program Kerja Ke Depan Poltak Sitorus-Tonni Simanjuntak Setelah Dilantik

Ia menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur akan menggandeng sejumlah pihak di tengah persediaan APBD yang sedikit.

100 Hari Program Kerja Ke Depan Poltak Sitorus-Tonni Simanjuntak Setelah Dilantik

TRIBUN-MEDAN.com, BALIGE – Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Toba yang dihadiri Bupati Toba Poltak Sitorus dan wakilnya Tonni Simanjuntak menyampaikan program kerjanya selama untuk 100 hari ke depan.

Ia menyebutkan ada lima tugas yang bakal dikerjakan selama 100 hari mendatang. Yang pertama seputar infrastruktur. Ia menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur akan menggandeng sejumlah pihak di tengah persediaan APBD yang sedikit.

“Program kita yang paling utama ini adalah infrastruktur. Dalam 100 hari ini harus ada action kita di bidang infrastruktur supaya masyarakat dapat merasakan apa yang kita lakukan. Dan saya sudah kontak beberapa pihak supaya jalan kita ini diperbaiki dan masyarakat bisa menikmatinya,” ujar Bupati Toba Poltak Sitorus usai rapat paripurna dari gedung DPRD Kabupaten Toba pada Senin (9/3/2021).

Di bidang kesehatan, ia merencanakan adanya pelatihan para bidan desa (bindes) dan tenaga kesehatan lainnya untuk belajar keramahtamahan dalam melayani masyarakat. Ia berharap kegiatan pelatihan ini akan terjadi minggu depan.

“Nah, yang kedua adalah kesehatan. Kita perbaiki kesehatan mulai dari desa hingga kabupaten. Kita sudah bicarakan terkait pelatihan bagaimana pelayanan kesehatan yang prima. Kita akan panggil semua bindes-bindes dan minggu depan mungkin sudah diprogramkan itu supaya pelayanan ini bisa full dan masyarakat bisa menikmati pelayanan yang ramah dan tentu yang membuat mereka sehat,” sambung Bupati Toba Poltak Sitorus.

Yang ketiga adalah Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul. Satu upaya yang harus dikerjakan sedini mungkin adalah mengumpulkan kaum muda agar semakin fasih dalam dunia digital dan akan berperan dalam bidang perdagangan produk desa.

“Ketiga, SDM Unggul. Ya, kita harus betul-betul bekerja keras. Kita akan buat pelatihan-pelatihan masyarakat terutama sekarang ini masih jauh dari apa yang diharapkan. Dalam perdagangan, kita sudah menghadapi globalisasi, tapi perdagangan online kita masih sedikit,” sambungnya.

Yang keempat adalah pertanian yang unggul. Ia juga sempat menyoal permasalahan pertanian kopi di tiga kecamatan; Kecamatan Habinsaran, Borbor, dan Nassau (Habornas).

“Di Habornas, kopi kita sekarang sedang drop sekarang. Karena apa? Ada penyakit yang membuat bijinya keropos. Kita akan segera teliti apa yang kita perbuat supaya mereka bisa menanam kopi yang terbaik. Kita enggak mau yang selama ini mereka menjadi penghasil kopi terbaik, dan tidak bersemangat lagi untuk menanam kopi karena persoalan itu,” lanjutnya.

Yang kelima, ia menyinggung perihal pariwisata.
Dalam paparan yang, ia menyinggung soal Dolok Tolong ayang bakal dijadikam ikon Toba.

“Pariwisata ini, kita harus kerja keras. KSPN ini harus kita dukung dan juga rencana kita. Nohon doakan supaya di sini ada ikon, ya. 100 hari ini juga akan kita kerjakan itu. Apakah nanti Dolok Tolong ktia jadikan nanti ikon Toba, saya sudah tanya investor dan siap untuk menginvestasi, dan sekarang bagaimana ini supaya jangan menyalahi aturan. Kita berkoordinasi dengan kehutanan karena itu akan dijadikan tahura. Kita juga berkoordinasi dengan Humbang Hasundutan,” pungkasnya.

(cr3/tribun-medan.com).

Penulis: Maurits Pardosi
Editor: heryanto
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved