Breaking News:

Harga Daging Babi Rp 130 Ribu Per Kilogram, Pedagang Mulai Kesulitan Dapatkan Stok

kenaikan drastis ini lantaran banyaknya babi-babi yang mati di peternakan sehingga menimbulkan kelangkaan

Kartika / Tribun Medan
Pembeli saat membeli daging babi di Jalan Ginting Medan, Selasa (9/3/2021). Sejak bulan Maret harga daging babi melonjak tajam mencapai Rp 130 ribu per kg. 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Harga daging babi terus merangkak naik hingga pekan kedua Maret 2021 ini. Berdasarkan pantauan tribun-medan.com, Selasa (9/3/2021) di sepanjang Jalan Jamin Ginting tercatat harga daging babi mencapai Rp 130 ribu per kilo.

Riko, pedagang daging babi eceran ini mengungkapkan bahwa kenaikan harga daging babi yang drastis ini berpengaruh terhadap penjualan. 

"Kalau naiknya ini tiap Minggu dan penjualan sudah mulai menurun karena harganya lagi mahal sekali. Terus kita juga sulit untuk dapatkan stok dagingnya. Ini sampai cari ke daerah Pantai Cermin, kalau dulu biasanya ambil daerah Binjai karena susahnya sekarang. Kalau di Binjai masih kecil-kecil babinya," ungkap Riko.

Ada pun harga daging babi untuk pekan ini, diantaranya daging has dalam (merah) seharga Rp 130 ribu, padahal akhir Februari lalu masih berada di sekitaran Rp 120 ribu.

Baca juga: Hendri Duin Blak-blakan: Harga Daging Babi Mencekik Mengakibatkan 6 RM BPK Tesalonika Tutup

Kemudian untuk bagian perut Rp 130 ribu, bagian kaki, Rp 90 ribu, bagian kepala Rp 70 ribu. 

"Untuk harga daging Rp 130 ribu ini udah bertahan adalah dua minggu ini. Ini terasa sekali lah," ujarnya.

Berdasarkan informasi dari Riko, kenaikan drastis ini lantaran banyaknya babi-babi yang mati di peternakan sehingga menimbulkan kelangkaan. 

Hal serupa juga turut dirasakan oleh Br Sihotang, penjual daging ini mengungkapkan bahwa penjualan menurun hingga 50 persen dibanding tahun 2020 lalu.

Ada pun harga yang dipatok br Sihotang ini diantaranya Kepala Rp 60 ribu per kg, rusuk Rp 90 ribu per kg, daging dalam Rp 130 ribu, dan kaki Rp 80 ribu.

"Terasa lah karena pembeli udah mulai menurun. Paling tidak 50 persen ada ini berkurang. Apalagi ini stok sudah sulit dan persaingan kita nggak hanya orang Medan saja tapi orang gunung pun juga, jadi bersaing semakin lebar," tuturnya.

Tak mau menuntut banyak, namun baik Riko dan Sihotang berharap harga daging babi dapat kembali stabil dan juga dapat dijaga stok daging agar tak melambung naik di pasaran.

"Kalau bisa harapannya normal kembali. Dulu harga masih menang lagi mahal daging sapi sekarang daging babi yang menang. Semalam sempat naik Rp 150 ribu di awal tahun dan ini masih di Rp 130 ribu. Semoga dimengerti lah penjual-penjual seperti kita," pungkasnya.

Penulis: Kartika Sari
Editor: Eti Wahyuni
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved