Harga Kacang Kedelai Masih Tinggi, Ukuran Tahu dan Tempe di Pasaran Makin Kecil
Ia mengatakan saat ini harga di importir sudah sekitar Rp 8.700 per kilogramnya. Sehingga harga di distributor sudah mencapai sekitar Rp 9.500.
Penulis: Septrina Ayu Simanjorang |
"Jadi petani merasa kurang menguntungkan. Pembuat tahu home industri itu kurang berminat kacang kedelai lokal. Kacang kedelai impor lebih disukai," kata Kasi Program Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumut Yuspahri Perangin-angin.
Hal ini turut mempengaruhi minat petani menanam kacang kedelai. Apalagi pada 2020 curah hujan tinggi yang menyebabkan lahan untuk menanam kacang kedelai dipakai untuk menanam padi.
"Biasanya kan menanam kacang kedelai di lahan padi, tapi karena curah hujan tinggi tahun lalu, petani ya menanam padi saja," katanya.
Apalagi dikatakannya masyarakat di Sumut tidak seperti di Jawa dimana tempe menjadi makanan kebutuhan atau menu utama.
"Makanya petani lebih fokus pada tanaman padi dan jagung karena harga jualnya lebih tinggi ketimbang harga kacang kedelai," katanya.
Dijelaskannya berdasarkan data sementara Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumut, luas tanam kacang kedelai di Sumut mencapai 1.702 hektar, panen sebanyak 2.559 hektar, dan produksi sebanyak 4.003 ton.
"Sementara daerah yang menjadi sentra tanaman kedelai adalah Langkat, Binjai, Deliserdang, Serdang Bedagai, Batubara, Asahan, dan Palas," pungkasnya.
(sep/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/sandiaga-uno-dan-tempe.jpg)