WASPADA, Varian Baru Virus Corona Lebih ‘Pintar’, Sudah Menyebar di 30 Negara, IDI Beri Peringatan
Mutasi virus Corona kembali menjadi pembahasan negara-negara di dunia. Mutasi baru virus Corona varian N439K disebut-sebut lebih ‘pintar’
Kemenkes melaporkan, mutasi virus corona B.1.1.7 baru ditemukan di lima provinsi.
Dua kasus pertama, seperti diketahui, ditemukan di Karawang, Jawa Barat.
Kemudian, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan.
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan, empat pasien yang terpapar mutasi virus corona B.1.1.7 sempat mengalami gejala ringan dan sedang.
Ia mengatakan, meski sempat dirujuk ke rumah sakit, namun kondisi empat pasien Covid-19 tersebut tidak memburuk.
Menurut Nadia, empat pasien tersebut sudah dinyatakan sembuh dari Covid-19. "Hasil pemeriksaan pelacakan kasus yang kita lakukan, keempat kasus ini sudah dalam kondisi sehat," kata Nadia dalam konferensi pers secara virtual, Senin.
Nadia mengatakan, untuk memutus penularan virus corona B.1.1.7, pihaknya telah melakukan pelacakan kontak erat terhadap empat kasus Covid-19 tersebut. Hasilnya, tidak ada individu lain yang terpapar Covid-19.
"Sampai saat ini dari proses pelacakan kasus yang kita lakukan, tidak ada keluarga ataupun kontak erat yang kemudian positif, setelah kasus ini dinyatakan positif sebelumnya," ujar Nadia.
Nadia mengatakan, masyarakat perlu mengetahui bahwa mutasi virus corona B.1.1.7 ini lebih menular dari varian virus corona yang ada sebelumnya.
Namun, kata dia, mutasi virus ini tidak lebih mematikan. Untuk itu, ia meminta masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak aman.
"Karena dari 2 kasus Covid-19, saat ini sudah bertambah lagi menjadi 4 kasus yang kita temukan, kita imbau masyarakat tetap disiplin protokol kesehatan," tuturnya.
Menurut Nadia, hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang menyebut vaksin Covid-19 tak mampu melindungi manusia dari mutasi virus corona B.1.1.7.
"Vaksin yang digunakan dalam upaya melakukan penanggulangan pandemi Covid-19 masih sangat efektif dan tentunya tidak akan berpengaruh terhadap adanya mutasi virus Covid-19 atau B.1.1.7 ini," ujarnya.
Baca juga: Puput Nastiti Devi Ungkap Alasan Terima Pinangan Ahok, Ngaku Tanpa Rasa Cinta : Tapi Kita Jalani Aja
Update Kasus Covid-19
Sementara itu, jumlah pasien yang terinfeksi Covid-19 di Indonesia bertambah 5.144 orang, tercatat sejak Rabu (10/3/2021) hingga Kamis (11/3/2021).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ilustrasi-virus-coronacovid-19.jpg)