Breaking News:

TRIBUN WIKI

KISAH Hilangnya Si Boru Langgatan dan Kini Menjadi Lokasi Wisata Keramat Sampuran Na Pitu di Samosir

Lokasi ini dianggap keramat bagi warga sekitar. Konon, air terjun ini adalah milik Si Boru Langgatan, putri dari Raja Dapoton Situmorang Siringo

Tribun-Medan.com/Arjuna Bakkara
Peziarah berkunjung ke Mual Sampuran Na Pitu, yang merupakan satu di antara lokasi wisata di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara. 

Detik-detik terakhir Raja Dapoton beserta para keluarga melihat Si Boru Langgatan mulai ditandai dengan alam yang tidak bersahabat, ketika di tengah perjalanan. Padahal sebelumnya cuaca cukup cerah, tidak ada tanda-tanda akan turun hujan. Apalagi ahli astronomi, pemberi saran sang raja, telah meramalkan dan memilih hari baik untuk jadwal keberangkatan.

TRIBUN-MEDAN.COM, SAMOSIR - Air Terjun Mual Sampuran Na Pitu, menjadi satu di antara lokasi wisata yang memiliki keindahan alam nan mempesona di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara.

Air Terjun Mual Sampuran Na Pitu berlokasi di Desa Huta Ginjang Dusun III Sigarantung Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir.

Lokasi ini dianggap keramat bagi warga sekitar yang mempercayainya. Konon, air terjun ini adalah milik Si Boru Langgatan, putri dari seorang raja bernama Raja Dapoton Situmorang Siringo.

Sebelum lebih jauh membahas tentang Sampuran Na Pitu, hendaknya pengunjung mengetahui rute menuju lokasi yang indah ini serta yang kesakralannya masih dijaga betul. Satu-satunya jalur darat yakni via Tele, dan sebaiknya memilih melintas dari Simanindo-Ambarita-Tomok.

Sampuran Na Pitu, berada di Dusun III Hutaginjang Sigarantung Samosir terselip di antara tebing-tebing Pulau Samosir. Ahli Geologis Sumatera Utara Gagarin Sembiring mengatakan, tebing ini juga bagian dari magma yang terangkat ketika Samosir masih sejajar Danau Toba pada proses super vulcano.

Sampuran Na Pitu, bagi masyarakat setempat khususnya keturunan Raja Dapoton Situmorang Siringo bagian dari yang tak terpisahkan dengan silsilahnya. Sampai hari ini, Mual Sampuran Na Pitu ini dirawat dengan baik selain dijadikan sumber air minum kebutuhan sehari-hari.

Bila dari Muara Tapanuli Utara, pengunjung bisa naik KMP Muara tujuan Samosir dan sandar di Dermaga Sipinggan, Kecamatan Nainggolan. Sedangkan dari Kabupaten Toba ada dua pilihan, yakni menaiki fery penyeberangan reguler yang sandar di Kecamatan Onan Runggu. Sebaliknya dari Dermaga Ajibata tujuan Tomok-Ambarita, dan juga dari Kabupaten Simalungun dari Pelabuhan Tiga Ras Dermaga Simanindo.

Setelah melalui jalan berkelok dengan penuh panorama Toba, tiba di Dusun III Sigarantung, sedikit menurun pengunjung akan takjub dengan keindahan air terjun ini. Disebut dengan Sampuran Na Pitu karena memang air ini memiliki tujuh tingkatan. Pitu berarti tujuh dalam bahasa Batak.

Air terjun ini mengeluarkan air seperti air hujan. Akan tampak lebih indah kala berdebur pecah di atas bebatuan. Kilau dan bayangan pelangi kecil kerap terlihat muncul saat terpantul sinar matahari.

Halaman
1234
Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved