Perjalanan Anton Medan Lahir di Tebingtinggi, Keluar Dunia Kejahatan, Mualaf hingga Pemuka Agama

bagaimana perjalanan Anton bisa keluar dari dunia kejahatan hingga menjadi mualaf dan bahkan pemuka agama?

Tayang:
Kolase/Facebook.com/H Anton Medan (Tan Kok Liong)
Perjalanan Anton Medan Lahir di Tebingtinggi, Keluar Dunia Kejahatan, Mualaf hingga Pemuka Agama 

"Cita-cita bapak ingin bangun pesantren untuk mualaf Tionghoa, makannya didirikan pondok pesantren ini. Pembangunan sekitar dua tahun, baru mulai beroperasi pada 2004," kata Deni.

Sekolah yang di dalamnya juga terdapat pondok pesantren bagi mantan narapidana dan mualaf Tionghoa ini berdiri di atas lahan seluas 1,6 hektare.

Lokasi makam yang disiapkan Anton Medan di komplek Pesantren Attaibin, Cibinong, Kabupaten Bogor. (TribunnewsBogor.com/Damanhuri)

Saat ini yayasan sudah tidak aktif lagi sejak beberapa tahun lalu. Yang masih tersisa hanya pondok pesantren bagi eks narapidana serta mualaf Tionghoa yang ingin belajar ilmu agama.

Setiap bulan ada saja eks narapidana yang datang untuk mondok di sini. Menjelang Ramadan para santri sudah banyak pulang ke kampung halaman masing-masing untuk ibadah puasa bersama keluarga.

"Emang enggak banyak, kalau bulan puasanya biasanya pada pulang," tukas dia.

Baca juga: Mulai Gatal Berperang, Skenario Buruk Jika China Gempur AS, Jenderal AS: Kalau Perlu Serang Duluan

Menurut Deni, santri mantan narapidana itu selain akan dibekali ilmu agama, juga akan diajarkan berwirausaha selama berada di pondokan.

Seperti belajar mengelas, beternak hingga bisa menjahit agar setelah mereka keluar sudah punya bekal keahlian untuk melanjutkan hidupnya dan tidak kembali terjerumus dalam dunia hitam.

"Mereka diajarin baca Alquran dan salat. Ada juga alumni yang sekarang sudah bisa membuka pondok pesantren sendiri di kampungnya," ujar lelaki yang juga guru di ponpes tersebut.

Ada yang mencolok dari arsitektur bangunan di pondok pesantren Anton.

Hampir semua artsitekturnya mendapat sentuhan khas Tiongkok.

Gaya khas bangunan Masjid Hok Tek Liong ini sengaja mengambil gaya bangunan Tiongkok sebagai ciri khas Anton yang memang keturunan Tionghoa.

(*/ tribunmedan.id)

Artikel ini sudah tayang di Tribunnews dengan judul: Profil Anton Medan, Pendakwah yang Sempat Jadi Preman Kelas Kakap, Ini Kisahnya soal Kehidupan Lapas

Sumber: Tribunnews
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved