Breaking News:

Bisnis Kopi Mulai Pulih, Permintaan Mulai Meningkat

turunnya permintaan mencapai 70-80 persen, dari total penjualan sekitar dua ton per-bulan sebelum pandemi Covid-19

TRIBUN MEDAN/HO
SEORANg pelayan sedang mempersiapkan kopi pesanan pengunjung. 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Pengusaha kopi sempat mengalami penurunan permintaan yang signifikan pada awal pandemi. Namun ini sudah mulai menujukkan geliat positif.

Fahris Tanjung, salah satu pengusaha industri kopi di Kota Medan menyatakan, permintaan pasar terhadap kopi saat ini sudah mulai meningkat walau pun masih belum sebanding dengan penurunannya

“Awal-awal pandemi turunnya cukup drastis, sekarang sudah mulai meningkat sekitar 40 persen,” ujar Fahris, pemilik usaha Bumi Kopi di Jalan Pelajar, Medan, Senin (22/3/2021).

Baca juga: Hotman Paris Langsung Bahas Kasus Rizieq Shihab di Pengadilan, Ini Reaksi Mahfud MD di Kopi Johny

Ia menyatakan, turunnya permintaan mencapai 70-80 persen, dari total penjualan sekitar dua ton per-bulan sebelum pandemi Covid-19. Untuk mengatasi persoalan tersebut, Fahris melakukan inovasi dengan cara membuka toko yang menjual bubuk kopi siap seduh.

“Untuk nambah penghasilan, saya buka jasa untuk membantu pengusaha coffeeshop yang membutuhkan pinjaman untuk modal bahan baku, saya juga buka toko jual bubuk kopi konsumsi rumahan,” ujarnya menambahkan.

Ia berharap, vaksinasi dipercepat agar kedai-kedai kopi kembali ramai dan permintaan komoditas kopi bisa meningkat.

Turunnya permintaan pasar juga dialami pengusaha Sumatera Kopi yang berlokasi di Jalan Pasar Pringgan, Medan.

Ika, anak pemilik sekaligus pengelola usaha, menyatakan, penurunan saat tiga bulan pertama dari April 2020 mencapai 50 persen.

“Setelah tiga bulan itu udah nyaris pulih lagi, tapi pembelinya tidak seperti dulu, sekarang kebanyakan dari per orangan dan luar kota, sedangkan dari perhotelan dan restoran sangat berkurang hingga sekarang,” ujar Ika, Senin (22/3/2021).

Toko milik orangtua Ika sempat mengalami penurunan sekitar 50 persen dari total permintaan saat sebelum pandemi. Namun hal tersebut hanya berlangsung tiga bulan pertama pandemi Covid-19.

Tidak ada strategi yang dilakukan saat menghadapi situasi turunnya permintaan tersebut.

“Pembiaran saja, setelah tiga bulan itu sampai sekarang udah nyaris normal,” ujarnya menambahkan.

Penulis: Dian Nur Utama Saragih
Editor: Eti Wahyuni
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved