Breaking News:

Menilik Senakal Apa Masa Lalu Pak Baho: Lompat Jendela Demi Bermain Bola

“Istilahnya urat siapa paling besar, dia yang menang,” ujar Saut F Naibaho, tawa pun berhamburan.

Video Capture
Dedek Handoko (kiri), T Agus Khaidir (tengah kiri), Saut F Naibaho (tengah kanan), Hendra Broetal (kanan). Screenshot dari youtube Tribun MedanTV, Selasa (23/3/2021). 

Tribun-medan.com, MEDAN – Masa lalu, meskipun pengalaman pahit atau memalukan, jika diceritakan saat sekarang ini, terasa lucu dan selalu menimbulkan tawa. 

Maka tak heran, banyak grup media sosial tentang cerita tempo dulu selalu ramai peminat dan direspon begitu antusias.  

Seperti halnya Abdul (Abang-abang Dulu), sebuah program siaran baru Tribun Medan yang bergenre obrolan santai anak Medan yang membahas masa lalu, dihadirkan di akun Youtube: Tribun MedanTV.

Di episode keempat 4 ini, Abdul dengan judul “Kelakuan Anak Medan, dari Tipu-tipu Bola Kiyam sampai Rahasia Kelam Selop Hotel” menghadirkan komika Medan yang tak asing di dunia Stand Up Comedy, yaitu Saut F Naibaho alias Pak Baho.

Baca juga: Mengenal Gerakan Milenial Mengajar, Progam Mahasiswa Nomensen untuk Mengajar di Kampung Halaman

Dipandu oleh host T Agus Khaidir dan Hendra Broetal, Co-Host Dedek Handoko, Abdul episode kali ini begitu cair dengan paparan masa lalu Pak Baho dari mulai kisahnya mengendap-endap loncat jendela demi bisa bermain bola, hingga membeli celana curian dari kawan.

Konsep Abdul dikemas secara sederhana, berbincang dan bernyanyi dengan alunan petikan gitar sambil sesekali meneguk kopi sanger, duduk di bangku kayu rotan cokelat, di sekitar tampak rantang kaleng, termos air, dan radio tua terlihat seperti kembali kemasa 80 hingga 90-an.

Pada pembukaan video dimulai dengan lagu tahun 1992 dari Iwan Fals, Mereka Ada di Jalan dan diakhiri dengan sebuah lirik “Ruli kecil Riki kecil, lika-liku jebolkan gawang”.

Mendengar lagu ini mampu menciptakan suasana hanyut ke dalam arus masa lalu, menciptakan nostalgia masa silam.

Baca juga: TERKUAK, ANYA Geraldine Didiagnosa Idap Gangguan Keperibadian, Psikolog Ungkap Hal Mengejutkan Ini

Obrolan santai bermula dengan membahas, permainan sepakbola dulu dengan istilah Medan liga magrib pada masa kecil apabila satu pihak dianggap kalah, maka akan terjadi perdebatan sengit yang tidak kunjung usai

“Istilahnya urat siapa paling besar, dia yang menang,” ujar Saut F Naibaho, tawa pun berhamburan.

Halaman
12
Penulis: Angel aginta sembiring
Editor: Muhammad Tazli
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved