Nasib Warga Korea Utara yang Berusaha Kabur dari Negaranya karena Kelaparan

Kalau hal itu terjadi di negara yang dipimpin oleh seorang diktator seperti Korea Utara, apa yang akan terjadi pada warganya?

Tayang:
Editor: AbdiTumanggor
knca/yonhap
Kim Jong Un memberikan instruksi saat mengunjungi pedesaan. 

Daerah itu berada di areal Sungai Tumen dan berhadapan langsung dengan Kota Tumen di Provinsi Jilin, Tiongkok.

Di hari pembelotan, ayah itu memberi tahu putrinya untuk pergi ke lokasi tertentu pada pukul 6 sore dimana dia akan menunggu.

Malnutrisi kronis merajalela di Korea Utara, tidak ada bantuan pangan masuk ke negara komunis itu
Malnutrisi kronis merajalela di Korea Utara, tidak ada bantuan pangan masuk ke negara komunis itu.

Namun putrinya ditangkap oleh patroli perbatasan saat melewati sebuah gua, menuju lokasi sang ayah.

Penjaga perbatasan dilaporkan, merasa curiga karena mendapati seorang gadis berpakaian lusuh masuk ke dalam gua sendirian di malam hari.

Gadis itu ketakutan saat ditanya petugas, hingga akhirnya membocorkan rencana pembelotan bersama sang ayah.

"Penjaga perbatasan menyerahkan gadis itu kepada pihak Kementerian Keamanan Negara."

"Kemudian pria yang sedang menunggu putrinya, akhirnya ditangkap dan dibawa pergi petugas," ujar sumber Daily NK.

Selama penyelidikan, pria itu dilaporkan mengaku terpaksa membelot karena sudah putus asa.

"Saya berusaha membelot dengan putri saya meskipun ada risiko kematian karena kami kelaparan dan tidak ada cara lain untuk bertahan hidup," kata sumber, merujuk pada pria itu.

Menurut sumber tersebut, pria itu diinterogasi petugas keamanan di Namyang dan dikirim ke cabang MSS di Onsong pada 8 Maret.

Penduduk setempat melihat pria itu terlihat tidak berdaya, tubuhnya lemah hingga tidak bisa berdiri tegak dan gigi depannya patah.

Sumber itu menambahkan bahwa: "Seorang pejabat MSS mengatakan pria itu tidak akan selamat karena dia melakukan upaya pembelotan sementara tindakan pencegahan penyakit Covid-19 sudah dilakukan."

Daily NK melaporkan, meskipun MSS membebaskan gadis itu setelah tiga hari, dia saat ini kelaparan di rumah kosong karena tidak ada yang menjaganya.

"Karena ayahnya ditangkap karena berusaha membelot, saya ragu dia akan dikirim ke panti asuhan," kata sumber itu. (Tribunnews/Ika Nur Cahyani)

Tautan Artikel:Berusaha Membelot Karena Kelaparan, Ayah dan Anak Ini Kabur dari Korea Utara, Bagaimana Akhir dari Nasib Mereka, Berhasilkah Lolos?

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved