Breaking News:

Tiga Hari Absen Langsung Diganti, 123 Tenant Isi Kesawan City Walk

123 pelaku UMKM ini diharapkan dapat membantu perputaran ekonomi Kota Medan terlebih ditargetkan seluruh UMKM akan menggunakan sistem QRIS

TRIBUN-MEDAN.com/Kartika Sari
Pelaku UMKM Kuliner saat menjelaskan mengenai ciri khas makanan kepada Wali Kota Medan Bobby Nasution di Kesawan City Walk, Minggu (28/3/2021). 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Sebanyak 123 tenant mengisi Kesawan City Walk yang baru saja diluncurkan Wali Kota Medan Bobby Nasution. Meski pun masih ada ruang namun dengan pertimbangan pandemi Covid-19, jumlah tersebut dianggap sudah ideal.

"Sudah ada 123 tenant yang mengisi Kesawan City Walk. Tapi saat ini kita belum tahu hingga berapa kapasitas dan untuk yang sekarang ini kita pantau terlebih dahulu," demikian dikatakan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Medan, Edliyati, Senin (29/3/2021) di Medan.

Hal ini ditimpali Kabid Pemberdayaan UMKM Dinas Koperasi Kota Medan, Risnata Sugiati Tambunan yang mengatakan, saat ini belum ada rencana untuk penambahan agar dapat memantau 123 tenant tahap pertama.

Baca juga: BERITA FOTO Kesawan City Walk Medan Resmi Dibuka,Wisatawan Dapat Menikmati Aneka Kuliner Bersejarah

"Masih bisa mendaftar tapi ini kan tahap pemula. Masih dimonitoring dan dikaji ulang. Sebenarnya masih ada ruang tempat tapi di situasi Covid 19 seperti ini kita tidak bisa terlalu rapat-rapat. Tapi memang untuk situasi saat ini sudah pas," ujarnya.

Dikatakan Risnata, 123 pelaku UMKM ini diharapkan dapat membantu perputaran ekonomi Kota Medan terlebih ditargetkan seluruh UMKM akan menggunakan sistem QRIS untuk pembayaran.

"Harapan kita besar untuk perputaran ekonomi Kota Medan yang kita harap bisa seperti Malioboro. Tapi memang harus ada kajian-kajian dan kolaborasi dengan OPD agar bisa terlaksana," kata Risnata.

Selama beberapa bulan ke depan, pihak Diskop Medan akan memantau para pelaku UMKM dengan beberapa syarat dan tak segan akan mengganti para pelaku usaha yang tidak sesuai dengan perjanjian.

"Kita udah buat aturan kalau tiga hari berturut-turut tidak berjualan akan kita ganti, banyak orang yang menunggu untuk berjualan di situ kok. Kan kita ada perjanjian sebelumnya, itu rencananya," tegas Risnata.

Selain itu, Diskop Medan juga turut memperhatikan jenis dagangan yang ditampilkan. Hal ini lantaran Diskop Medan ingin UMKM yang berjualan memiliki ciri khas.

"Makanannya tidak sembarang, contoh ada makanan tradisional dan kekinian yang memiliki unsur inovasi di situ. Kemudian usaha start up nanti juga akan ada. Tapi kita ingin menjadi The Kitchen of Asia jadi tidak biasa saja yang kita harapkan ikon Kota Medan," kata Risnata.

Halaman
12
Penulis: Kartika Sari
Editor: Eti Wahyuni
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved