Dwi Arimbi Beber Pesaing Tangguhnya, Atlet Jatim dan Jogja yang Kini Dilatih Pelatih Asing
Dalam perhelatan pekan olahraga Nasional (PON) Papua ternyata ada atlet yang harus diantisipasi Dwi Arimbi Lubis atlet Wushu Taulo.
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Dalam perhelatan pekan olahraga Nasional (PON) Papua ternyata ada atlet yang harus diantisipasi Dwi Arimbi Lubis atlet Wushu Taulo.
Mereka adalah atlet dari provinsi Jawa Timur (Jatim) dan Jogja. Keduanya, kata ibu dua anak ini merupakan atlet yang jauh hari sebelum PON sudah dilatih oleh pelatih asing.
"Jadi pelatih asing mereka sudah ada dan mereka sampai sekarang masih dilatih oleh pelatih dari China," katanya saat berbincang dengan www.tribun-medan.com dari aplikasi WhatsApp, Selasa (30/3/2021) seraya menyatakan itulah yang menjadi kendala para atlet Wushu Taulo Sumut.
Menurutnya, di PON Papua Oktober 2021 mendatang, harus meraih prestasi maksimal. Sebab merupakan PON terakhir bagi dirinya sendiri, sehingga peluang untuk mendapatkan medali harus diupayakan sekuat tenaga.
"Makanya saya dan seluruh kawan-kawan yang dipersiapkan menghadapi PON Papua membutuhkan try out ke China. Sebab di negeri Tirai Bambu itu, kita akan mendapatkan materi latihan sangat bagus," urainya.
Atlet yang juga PNS di Dispora Sumut ini mengaku ada sedikit rasa kesal kepada KONI Sumut yang hanya meminta setiap atlet termasuk atlet Wushu Taulo berlatih secara serius dengan melakukan tes fisik ditahap awal untuk melihat sejauh mana kesiapan dari para atlet.
"Memang Pengprov Wushu Sumut di bawah pimpinan Darsen Song ada perhatian yang diberikan pada kami, namun untuk menghadapi event nasional empat tahunan di tanah air kita ini, KONI Sumut juga harus berperan penting dalam hal memberikan kebutuhan yang diperlukan atlet. Contohnya pelatih dan lawan tanding jelang laga sesungguhnya," ujarnya.
Atlet yang dengan nomor tanding Taijiquan dan Duilian ini mengaku tengah fokus lakukan latihan teknik dan fisik. Karena, sambungnya Wushu Taulo harus ada pelatih khusus mengingat banyak jurus di Taulo dan jurusnya selalu berkembang dan harus di update.
Mengenai apa target yang akan ia torehkan saat PON Papua, Dwi mengaku kalau dulu targetnya medali Perak dan kalau bisa PON Papua yang merupakan PON terakhir Dwi harus bisa bawa pulang medali emas.
"Kalau persiapan Ok, kita jadinya bisa persiapan target. Namun untuk saat ini, bisa dibilang persiapan tidak ada. Karena kami cuma latihan sesuai pengalaman tanpa ada pelatih dari luar seperti dari China," ujarnya.
Memang, saat ini, ada pelatih yakni Sandry Liong. Tapi, sambungnya, yang bersangkutan tidak fokus di nomor pertandingan dirinya. Mengingat Wushu Taulo tetap ada jurus yang baru.
"Cuma kalau pelatih asing lebih luas pengetahuan nya. Dulu pegang medali banyak karena latihan di China. Makanya dua PON belakang ini, termasuk Papua ini berkurang medali karena tidak seperti dulu, pelatih asing tidak ada dan tidak ke China untuk try out," terangnya seraya menyatakan PON kemarin cuma Sanda yang ke China.
(akb/tribun-medan.com)
Profil
Nama: Dwi Arimbi Lubis
Alamat: Komplek Paskhas TNI AU
TTL: Medan, 5 November 1986
Nomor Pertandingan
* Taijiquan
* Duilian
Orangtua
Ayah: Alm Anif Zulkifli Lubis
Ibu: Hj Syamsiar
Pekerjaan
PNS Dispora Sumut
Prestasi
* PON Kaltim 2008 (Taijiquan) satu Medali Emas
* PON Jabar 2016 (Duilian) bawa pulang satu medali perak
* Malaysia Open di Sarawak 2018 (Duilian) dapat satu medali emas
(akb/tribun-medan.com)