Breaking News:

Gubernur Edy Rahmayadi Minta Pemain Tak Ikut PSMS Abal-abal

Kegiatan itu berlangsung di Stadion Kebun Bunga, Jalan Candi Borobudur, No 2, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, pada Senin (29/3/2021) sore.

Muhammad Ardiyansyah / Tribun Medan
Pembina PSMS Medan, Edy Rahmayadi (tengah), manajer PSMS Medan, Mulyadi Simatupang (kanan), dan Sekretaris Umum PSMS Medan, Julius Raja (kiri) saat perkenalan skuat baru pada, Senin (29/3/2021) di Stadion Kebun Bunga, Medan.  

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Manajemen PSMS Medan baru saja melakukan launching dan perkenalan skuat baru. 

Kegiatan itu berlangsung di Stadion Kebun Bunga, Jalan Candi Borobudur, No 2, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, pada Senin (29/3/2021) sore.

Perkenalan skuat baru PSMS Medan ini dihadiri langsung oleh Edy Rahmayadi, Gubernur Sumut yang juga Pembina PSMS Medan, Mulyadi Simatupang, Manajer PSMS Medan, dan Julius Raja, Sekretaris Umum PSMS Medan.

Dalam sambutannya, Edy Rahmayadi menyampaikan, di tengah usaha PSMS Medan sedang berbenah, banyak pihak yang konflik ikut bergaya politik terkait keberlangsungan PSMS Medan. 

"Melihat kondisi PSMS seperti ini, kita dosa terhadap senior-senior kita. Dan kita masih ribut terus, ikut bergaya politik."

"Ada yang meributi lambang/logo, ada yang meributi nama. Dan lahir pula lagi PSMS abal-abal. Macam-macamlah itu. Intinya bahwa, banyak yang menginginkan tim ini. Tapi saya mau kukuh, PSMS jadikan yang terbaik," ucapnya. 

Edy Rahmayadi mengatakan kepada skuat PSMS Medan, agar menjunjung tinggi nilai filosofis bermain 'rap-rap' (pola bermain keras, namun tetap menjunjung sortifitas). 

Selain itu, ia juga menyampaikan agar skuat PSMS Medan tidak ikut dalam konflik dan fokus mengejar prestasi. 

Mengingat skuat bertajuk Ayam Kinantan ini, mematok target tinggi jelang kompetisi bergulir, yaitu masuk ke liga 1.

Sebagai informasi, konflik nama dan logo PSMS Medan 1950, sudah memasuki babak akhir. 

Kasasi Syukri Wardi, di bawah naungan PT Pesemes, pihak yang mengaku pemilik royalti nama dan logo ditolak Mahkamah Agung (MA) Indonesia. Secara otomatis pihaknya kalah. 

Kini PSMS Medan, melalui manajer, Mulyadi Simatupang dan kuasa hukumnya, Bambang Abimayu, akan mendaftarkan lambang dan logo PSMS Medan menjadi heritagenya Sumatra Utara.

Manajemen PSMS Medan juga telah melaporkan Syukri Wardi ke Polda Sumut, terkait keterangan palsu mengenai nama dan logo PSMS Medan. 

(cr12/tribunmedan.com) 

Penulis: Muhammad Ardiyansyah
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved