Menikmati Keindahan Danau Toba dari Sapo Juma
Sapo Juma ini menawarkan rasa tenang dan nyaman. Lokasi ini juga banyak dipilih klub yoga maupun orang-orang yang ingin bermeditasi.
Penulis: Septrina Ayu Simanjorang | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com,KARO- Sapo Juma adalah sebuah kawasan wisata di Kecamatan Merek Kabupaten Karo.
Berlokasi di atas perbukitan, dari Sapo Juma Anda bisa menyaksikan hamparan Danau Toba dan desa-desa di sekitarnya.
Untuk sampai di Sapo Juma, anda harus berkendara sekitar tiga jam dari Kota Medan ke arah Karo.
Tak perlu khawatir, meski berada di perbukitan jalan memasuki kawasan wisata ini sangat mulus, sepanjang jalan Anda juga bisa melihat hutan, ladang, dan aktivitas pertanian.
Sesampainya di lokasi, Anda akan dikenakan biaya retribusi Rp 20 ribu per orang.
Di dalam kawasan ini banyak sekali spot foto yang menarik. Berbagai jenis bunga yang ditanam dan tertata rapi juga akan memanjakan pandangan Anda.
Saat akhir pekan pengunjung Sapo Juma datang dari berbagai daerah seperti Kota Medan, Langkat, dan Binjai.
Baca juga: Bukan di Masjid Istiqlal, Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah akan Menikah Jam 13.00 di Tempat ini
Bahkan saat sebelum pandemi, objek wisata ini ramai dikunjungi wisatawan mancanegara.
Dibangun di atas lahan seluas satu hektar, Sapo Juma memiliki berbagai fasilitas seperti homestay, restoran, area berkemah, dan sebagainya.
Di sekitar Sapo Juma juga terdapat objek wisata lainnya yang bisa anda kunjungi seperti Air Terjun Sipisopiso, Gajah Bobok, Jabu Ertuah, dan banyak lagi.
Area homestay terletak di bagian atas. Ada delapan kamar yang didesain dengan konsep alami.
Lantainya terbuat dari kayu parkit.
Di desain dengan dominasi warna coklat dan putih, ruangan penginapan terasa hangat dan nyaman.
Baca juga: Sumut Alami Deflasi 0,08 Persen, Tertinggi Padangsidempuan
Ada empat kamar mandi khusus untuk pengunjung homestay. Area kamar mandi ini tidak terbuka untuk umum.
Tersedia juga air panas yang menyala 24 jam.
Di bagian ujung kawasan ini terdapat area berkemah.
Sapo Juma menawarkan peralatan kemah, namun anda tetap bisa membawa peralatan sendiri. Di antara pohon anda juga bisa memasang hammock dan bersantai menikmati udara yang segar.
Anda bisa menikmati keindahan matahari terbit langsung dari tenda, jika beruntung anda juga bisa menyaksikan pelangi.
Sapo Juma ini menawarkan rasa tenang dan nyaman. Lokasi ini juga banyak dipilih klub yoga maupun orang-orang yang ingin bermeditasi.
Untuk makanan anda tak perlu khawatir, tersedia berbagai makanan di restorannya. Harga makanan yang ditawarkan mulai dari Rp 30 ribu.
Baca juga: Teh Ninih Ngaku Sudah Ditalak Tiga, bakal Lakukan Hal Ini setelah Aa Gym Cabut Gugatan Cerai
Bagi penikmat kopi, anda bisa mencoba kopi gula aren yang dibuat dari kopi asli Tanah Karo.
Lokasi ini juga banyak dipilih untuk kegiatan gathering karyawan.
Pihak pengelola juga menyediakan sound system untuk karaoke dan keperluan lainnya.
Objek wisata ini buka setiap hari. Sapo Juma ini buka mulai jam 8 pagi hingga 6 sore.
Tak perlu khawatir saat berkunjung di masa pandemi ini karena Sapo Juma telah mendapatkan sertifikat CHSE atau Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability (Kelestarian Lingkungan) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang menjamin kegiatan operasional sudah menerapkan protokol kesehatan.
(sep/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/sapo-juma.jpg)