Breaking News:

Bisnis WO Mulai Bergairah, Meningkat hingga 80 Persen

Karena zaman sekarang kalau kegiatan pernikahan kalau tidak ada WO sulit karena tidak bisa diperhatikan Prokesnya

TRIBUN MEDAN / HO
Dokumentasi tim Ivora Organizer saat acara wedding beberapa waktu lalu. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Bisnis Wedding Organizer (WO) kini mulai bergairah. Setelah mati suri selama setahun, tahun 2021 ini bisnis tersebut mulai meningkat dalam jumlah yang signifikan.

Peningkatan ini hampir dirasakan seluruh WO di Sumut, diantaranya Ivora Organizer. Pendiri Ivora, Ivo Herawaty mengungkapkan, bisnis WO miliknya kini mengalami peningkatan hingga 80 persen dibanding tahun lalu.

"Bisnisnya sebenarnya meningkat karena udah new normal dan kemarin kan sempat tertunda jadi yang tertunda itu dialokasikan di tahun 2021 ini. Ada peningkatan sekitar 75-80 persen karena kebetulan kita sudah full tiap Minggu dan sudah terlist hingga akhir tahun ini," ungkap Ivo, Minggu (4/4/2021).

Baca juga: Jadi Ciri Khas, Atta Halilintar Tetap Kenakan Bandana di Pernikahannya? Ini Kata Wedding Organizer

Ivo menceritakan bahwa tahun lalu, Ivora Organizer berada dalam posisi mati suri. Untuk mengakali itu, ia dan tim membuat konten menarik. 

"Kalau di tahun lalu sekitar di bulan 3 kita benar-benar sama sekali nggak ada event, anjlok lah bisa dibilang. Kalau kita kan sama sekali nggak ada event. Tapi kita nggak patah semangat. Jadi kita isi dengan buat konten yang menarik karena ketika masuk new normal kita harapkan mereka akan ingat ternyata ada Ivora Organizer," ujarnya.

Dikatakannya, untuk bergeliat kembali di tengah pandemi, WO Ivo begitu memperhatikan protokol kesehatan. Ia juga menyediakan alat protokol kesehatan yang sudah termasuk paket wedding.

"Karena kita masih dalam situasi pandemi, kita selalu prioritaskan prokesnya. Karena zaman sekarang kalau kegiatan pernikahan kalau tidak ada WO sulit karena tidak bisa diperhatikan Prokesnya," tuturnya.

Peningkatan bisnis WO juga dirasakan Dadang, pemilik Happy Day Organizer yang mengalami kenaikan hingga 50-60 persen sejak awal tahun 2021.

"Wedding saat ini sudah mulai berkembang tapi untuk protokol kesehatannya kita buat sebaik mungkin agar tamu berani datang. Kalau kenaikan sudah 50 persen lah kalau tahun lalu kan tidak berani karena Prokes kan. Cuma hanya 50 tamu saja untuk kedua belah pihak," kata Dadang.

Dadang mengatakan, tahun lalu benar-benar dalam kondisi terendah hingga sama sekali tidak ada pergerakan. Untuk terus meningkatkan kualitasnya, Dadang juga beberapa kali membuat simulasi wedding di tengah pandemi.

"Tahun lalu kita sama sekali nggak ada pergerakan. Kita mengisi waktu itu untuk kumpul dengan tim cari solusi untuk bisa mulai kembali dengan Prokes. Jadi kemarin itu kita buat simulasi wedding dengan mengundang stake holder baik dari pemerintahan mau pun seluruh vendor," ujarnya.

Terkait hal ini, Dadang juga membuat beberapa skema protokol kesehatan dalam acara pernikahan seperti membuat dua sesi agar tidak ada kerumunan dalam satu waktu.

"Dengan adanya pelaksanaan vaksinasi ini kita harapkan semua dapat berjalan normal kembali dan membaik," pungkasnya.

Penulis: Kartika Sari
Editor: Eti Wahyuni
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved